Monthly Archives: March 2019

Pidato Pemimpin itu Punya Kekuatan

Category : Artikel

Kata-kata itu memiliki kekuatan, apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin. Pengaruhnya bisa positif, bisa negatif bahkan bisa destruktif (sangat merusak).

Pidato, Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagen pada 12 Juni 1987 di Tembok Berlin, menjad pemicu awal runtuhnya tembok tersebut. Membuat Jerman yang semula terpisah, Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu, Jerman saja.

Sebaliknya bagi Uni Soviet, pidato ini membuat negara yang awalnya menjadi rival bagi Amerika, negara besar, akhirnya terpisah dan terpecah menjadi 15 negara kecil yang kekuatanya jauh melemah dibandingkan sebelumnya.

Ucapan Ronald Reagen yang ditujukan kepada pemimpin Uni Soviet dalam pidato tersebut berbunyi “Jenderal Gorbachev, jika Anda mencari kedamaian, jika Anda mencari kemakmuran bagi Uni Soviet dan Eropa Timur, jika Anda mencari liberalisasi, Anda bisa datang ke sini, ke gerbang ini. Jenderal Gorbachev, bukalah gerbang ini, runtuhkan tembok ini.” Pidato ini, memicu banyak aksi dan tuntutan dari rakyat Jerman agar tembok tersebut diruntuhkan.

Dua tahun kemudian, 9 November 1989, warga Jerman Barat dan Jerman Timur bersama-sama menghancurkan tembok besar yang menghalangi mereka selama 28 tahun. Dan pada tanggal 3 Oktober 1990, Jerman Barat dan Timur kembali melebur menjadi satu.

Tentu, sebagian besar dari Anda juga tahu tentang pidato Martin Luther King, 28 Agustus 1963. Pidato yang dikenal dengan “I have a dream” ini mendorong Amerika Serikat menghapus rasisme.

Dalam pidatonya, lelaki berkulit hitam itu menyatakan: “Aku bermimpi di mana pada suatu hari nanti keempat anakku akan tinggal di sebuah negara yang tidak menilai seseorang berdasarkan warna kulitnya tetapi berdasarkan karakter.”

Seorang pemimpin perlu memilih kata yang tepat saat ia berpidato. Kata yang dipilih adalah kata yang positif, berenergi, menyatukan dan menyemangati. Bukan kata-kata yang mengandung kebencian, permusuhan, membuat jarak dengan orang yang dipimpin dan berpotensi merusak kerukunan serta mengkotak-kotakkan orang yang dipimpinnya.

Baca Juga  Dulu Hidup Saya Seperti di Neraka

Dampak pidato tidak hanya satu atau dua hari tetapi bisa berlangsung bertahun-tahun. Ayah saya masih ingat beberapa isi pidato Bung Karno yang didengarnya lewat radio puluhan tahun silam. Bahkan sebagian pidato tersebut dijadikan rujukan dalam kehidupannya hingga sekarang. Bung Karno telah tiada, tetapi kata-katanya masih terpatri hingga sekarang di hati rakyatnya.

Bagi Anda yang beragama Islam tentu tahu pidato terakhir Rasulullah sebelum beliau wafat. Salah satu bait isinya yang terkenal “Sesungguhnya aku tinggalkan kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Qur’an dan Sunnahku.” Pidato tersebut sudah lebih dari 1.400 tahun, tetapi masih tersebar hingga saar ini.

Menjadi pemimpin bukan hanya yang penting kerja tetapi juga wajib menjaga kata-katanya. Karena ucapan seorang pemimpin, dampaknya boleh jadi lebih besar dari hasil kerjanya. Ucapan yang postif dan berenergi akan berdampak positif dan produktif. Sementara ucapan yang negatif, dampaknya bisa merusak banyak hal dan merugikan banyak pihak.

Sayid Quthub pernah mengingatkan “satu peluru hanya bisa menembus satu kepala tetapi satu kata bisa menembus jutaan kepala”

So, jangan tembus (rusak) jutaan kepala orang dengan kata-kata negatif dan destruktif yang kita ucapkan khususnya saat kita berpidato, apalagi bila kita memang ingin layak disebut sebagai seorang pemimpin.

Salam SuksesMulia

Ditulis oleh : Jamil Azzaini


AYO BERANI GAGAL

Category : Artikel

Ada dua orang yang sama-sama “gagal” dalam urusan yang sama. Dalam perjalanannya, yang satu tumbuh melesat menjadi lebih sukseas, namun yang satunya stagnan bahkan cenderung menjadi lebih buruk. Mengapa bisa berbeda?

Ternyata, hal itu tergantung kepada “label” yang kita berikan kepada sesuatu yang kita anggap “gagal” tersebut.

Orang yang semakin sukses melabeli sesuatu yang dianggap gagal dengan: pembelajaran atau belum tercapai. Sementara orang yang semakin terpuruk melabeli sesuatu yang dianggap gagal dengan: “benar-benar gagal total.” Bahkan menjadi sesuatu yang memalukan, sesuatu yang patut ditangisi, disesali, aib dan tidak layak terjadi.

Menurut kajian neuroscience, dua fakta itu mempengaruhi otak kita. Saat kita menganggap sesuatu yang dianggap gagal itu sebagai pembelajaran, maka hormon yang keluar adalah dopamin.

Pada orang dengan sistem dopamin yang aktif, maka perilakunya akan lebih positif dan bersemangat dalam mewujudkan cita-cita dalam berbagai sisi kehidupan.

Sementara orang yang melabeli diri dengan kata GAGAL, maka cortisol di dalam otak akan naik. Kelebihan kortisol bisa membahayakan tubuh dan bisa memicu stres yang berlebihan. Bukan hanya itu, berbagai penyakit akan mudah datang.

Enggan melangkah karena takut gagal dan merasa selalu ingin dianggap sukses itu “merusak” otak kita.

So, jangan takut gagal. Terus melangkah, bila kemudian salah atau tidak sesuai harapan, jangan anggap itu kegagalan tetapi pembelajaran. Dan hal ini menyehatkan otak kita. Mau khan?

Salam SuksesMulia

Di tulis oleh : Jamil Azzaini


WORKSHOP NLP INDONESIA

Category : Artikel , Pelatihan

✳ Program ini dirancang bagi Anda yang ingin memahami NLP secara cepat tidak meninggalkan aspek-aspek penting dalam pembelajaran NLP.

⭕ Secara garis besar Anda akan belajar dan menguasai :

✔ Cara untuk mengakses dan membangun Sumber daya Pribadi Unggul untuk selalu berada dalam performa puncak

✔ Bagaimana bisa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah menyerah dalam pekerjaan, bisnis, dan kehidupan

✔ Berbagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas pesan, Kemampuan Membangun Relasi dan Keakraban, membaca bahasa tubuh orang lain

✔ Berbagai teknik komunikasi yang akan membantu Anda dalam memenangkan Negosiasi

✔ Membaca tombol motivasi orang dan pergerakan bola mata lawan bicara

✔ Mendapatkan apa yang Anda inginkan dari Orang Lain

✔ Berbagai teknik yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari rasa takut, emosi negatif, menginstall kebiasaan baru, menghilangkan phobia.

✔ Teknik memaknai ala Lesly Cameron (pakar terapi dunia) sehingga anda bisa tetap tersenyum dalam kesulitan apapun

  • Sertifikat NNLP Practitioner dari Neo NLP Society
  • Modul Pelatihan dalam Bahasa Indonesia
  • Makan dan Coffee Break selama pelatihan
  • Pendampingan setelah pelatihan selesai

Alasan Utama Mengapa Anda Harus Ikut Workshop Ini ?

👉 TRAINER EXPERT

Anda akan belajar bersama trainer berpengalaman dengan jiwa kreatif dan terus berinovasi dalam mengembangkan keilmuannya.

👉 APLIKATIF

Strategi pembelajaran yang diajarkan sudah terbukti dan telah dipraktikkan di berbagai segmen kehidupan sehari-hari.

👉 TERSERTIFIKASI

Anda akan belajar bersama trainer yang telah memiliki jam terbang yang tinggi serta bersertifikasi baik nasional maupun internasional

👉 TRAINING CONCEPT

Setiap kelas hanya dibatasi maksimal 10 orang, sehingga proses pembelajaran bisa lebih optimal.

👉 LEARNING BY DOING

Sistem pelatihan “learning by doing” serta berdasarkan pengalaman trainer sehingga efek pembelajaran akan lebih mudah diserap

👉 JAMINAN KEPUASAN

Diberikan bimbingan dan pendampingan setelah selesai workshop hingga mahir serta DIPERSILAHKAN RE-SEAT sebagai jaminan kami bahwa Anda harus merasa puas.

📣 BONUS Voucher Pelatihan Sertifikasi International NLP Practitioner senilai Rp. 1.500.000,


COACHING, ANTARA BERTUMBUH DAN BERGERAK

Category : Artikel

Cukup banyak proses Coaching yang sukses dalam membantu Coachee memastikan Goal-nya, menemukan alternatif jalan, mengambil keputusan…

Namun ada satu hal yang hanya sedikit Coach melakukannya.

Apa itu?

Begini ceritanya…
Mencapai Sukses berupa tercapainya Goal ternyata tidak sesederhana, “Mampu memilih dan menyusuri jalan yang tepat secara konsisten dengan komitmen tinggi”

Tidak hanya itu. Kenyataannya saat tantangan meningkat di tengah jalan, Coachee perlu berada pada level diri yang lebih tinggi. Coachee tidak cukup hanya ‘bergerak’ ke depan. Ia juga perlu turut ‘bertumbuh’.

Artinya sang Coachee perlu terus bertumbuh seiring makin majunya perjalanan dan makin dekat dengan Goal.

Pada sebagian Coach, proses bertumbuh ini diserahkan sepenuhnya kepada Coachee. Dalam kasus Coachee sudah siap bertumbuh secara mandiri, proses Coaching akan lancar.

Namun di sebagian Coachee yang kapasitasnya tidak sampai di sana, pertumbuhan dirinya akan mandeg (berhenti) karena kebingungan, sehingga proses gerak maju-nya pun otomatis terhambat. Karena dirinya tidak siap dengan tantangan besar di depannya.

Memperhitungkan ‘bertumbuh’ dan ‘bergerak’ si Coachee tentu menjadi tantangan bagi Coach. Ada banyak pertimbangan. Misal saat membantu Coachee merencanakan proses pertumbuhan, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan untuk bergerak maju? Akibatnya proses trial & error lah yang terjadi.

Salah satu cara efektif untuk memfasilitasi ‘bertumbuh’ dan ‘bergerak’ secara simultan dengan tepat serta melakukannya pada tingkat minimum dalam trial & error adalah, dengan mem-benchmark pada orang-orang yang telah sukses sebelumnya dalam mencapai Goal yang sama.

Coach membantu coachee menemukan MODEL dari kesuksesan orang lain pada standard kesuksesan sesuai yang diharapkan Coachee. Tentu me-MODEL yang dilakukan bukan hanya mengambil model ‘gerak’nya, namun juga menemukan model dari proses ‘bertumbuhnya’, terkait apa yang dipelajari, kepada siapa ia belajar, serta bagaimana cara belajarnya di tiap langkah gerak menuju Goal.

Lalu bagaimana menemukan MODEL yang tepat ini?

Inilah pertanyaan menariknya 😁👍

Ditulis oleh

Surya Kresnanda

Learning Fasilitator


WORKSHOP NLP JAKARTA MARET 2019

Category : Artikel

 

⭕ Secara garis besar Anda akan belajar dan menguasai :

✔ Cara untuk mengakses dan membangun Sumber daya Pribadi Unggul untuk selalu berada dalam performa puncak

✔ Bagaimana bisa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah menyerah dalam pekerjaan, bisnis, dan kehidupan

✔ Berbagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas pesan, Kemampuan Membangun Relasi dan Keakraban, membaca bahasa tubuh orang lain

✔ Berbagai teknik komunikasi yang akan membantu Anda dalam memenangkan Negosiasi

✔ Membaca tombol motivasi orang dan pergerakan bola mata lawan bicara

✔ Mendapatkan apa yang Anda inginkan dari Orang Lain

✔ Berbagai teknik yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari rasa takut, emosi negatif, menginstall kebiasaan baru, menghilangkan phobia.

✔ Teknik memaknai ala Lesly Cameron (pakar terapi dunia) sehingga anda bisa tetap tersenyum dalam kesulitan apapun

  • Sertifikat NNLP Practitioner dari Neo NLP Society
  • Modul Pelatihan dalam Bahasa Indonesia
  • Makan dan Coffee Break selama pelatihan
  • Pendampingan setelah pelatihan selesai

Alasan Utama Mengapa Anda Harus Ikut Workshop Ini ?

👉 TRAINER EXPERT

Anda akan belajar bersama trainer berpengalaman dengan jiwa kreatif dan terus berinovasi dalam mengembangkan keilmuannya.

👉 APLIKATIF

Strategi pembelajaran yang diajarkan sudah terbukti dan telah dipraktikkan di berbagai segmen kehidupan sehari-hari.

👉 TERSERTIFIKASI

Anda akan belajar bersama trainer yang telah memiliki jam terbang yang tinggi serta bersertifikasi baik nasional maupun internasional

👉 TRAINING CONCEPT

Setiap kelas hanya dibatasi maksimal 10 orang, sehingga proses pembelajaran bisa lebih optimal.

👉 LEARNING BY DOING

Sistem pelatihan “learning by doing” serta berdasarkan pengalaman trainer sehingga efek pembelajaran akan lebih mudah diserap

👉 JAMINAN KEPUASAN

Diberikan bimbingan dan pendampingan setelah selesai workshop hingga mahir serta DIPERSILAHKAN RE-SEAT sebagai jaminan kami bahwa Anda harus merasa puas.

📣 BONUS Voucher Pelatihan Sertifikasi International NLP Practitioner senilai Rp. 1.500.000,-