MODAL DENGKUL

MODAL DENGKUL

Category : Pelatihan

(Bagian-5)
Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner 84 Idolmart)

Apa saja usaha-usaha 10 kali lipat yang harus saya lakukan saat memulai dengan modal dengkul? Bisa dibayangkan memulai dengan modal dengkul apalagi dengan toko yang dimiliki sendiri (bukan sewa):

PERTAMA : MENJUAL SEBELUM BUKA (sudah saya bahas di bagian 4)

KEDUA : TIMING, saya membangun toko pada bulan April, pada pertengahan Mei sudah selesai. Ada musim puncak untuk produk alat tulis dan mainan pada bulan Juni dan Juli, karena masa liburan anak sekolah dan Tahun Ajaran Baru (TAB).

Sangat bagus membuka bisnis 1 atau 2 bulan sebelum masa puncak (kios pertama yang jualan atk dan mesin fotocopy juga saya buka pada bulan Juni tahun 2000), sehingga toko kita bisa ramai dan ada aliran kas yang masuk dengan sangat baik. Selain itu bisnis yang dibuka langsung ramai juga membuat kita akan bersemangat dalam menjalankan bisnis, akan beda jika kita buka bisnis dan harus bersepi ria dulu yang bisa membuat kita lesu 😀.

KETIGA : NEKAD, kata ini menggambarkan sesuatu yang lebih kuat dari sekedar keinginan atau upaya keras untuk memulai bisnis. Tanpa NEKAD akan sangat sulit kita memulai bisnis dengan modal dengkul.

Setelah liburan dan tahun ajaran baru musiman tamiya berakhir dan lapangan (rel) nya juga dibongkar sehingga toko saya menjadi kosong melompong. Stok barang yang ada juga sedikit (karena bisnis sebelumnya hanya kios yang ukurannya kecil dan pemasok juga masih sedikit). Saya kebingungan melihat 2/3 toko kosong dan barang juga sedikit yang jelas tentu berdampak langsung kepada omset toko. Apa yang saya lakukan?

Inilah NEKAD yang saya maksudkan, saya pergi keluar berjalan menyusuri dan mendatangi lebih dari 50 pemasok (grosir, pusat perkulakan) yang menyediakan bermacam-macam produk (apa saja) yang penting saya bisa jangan membayar uang cash di awal (beli tunai), jika bisa konsinyasi atau kredit yang dibayar agak lama. Apa yang terjadi?

Banyak yang saya diusir oleh mereka, karena belum kenal dan sudah minta kredit atau konsinyasi. Tetapi saya tidak berhenti terus berjalan tanpa mengenal lelah. Akhirnya saya ketemu 1 bisnis konveksi yang di gudangnya penuh dengan pakaian sisa eksport (yang ditolak oleh eksportir karena telat atau tidak sesuai pesanan). Akhirnya saya berhasil “membujuk” mereka, dari pada pakaian itu diam di gudang (sudah bertahun-tahun) dan tidak menghasilkan apa-apa mendingan diletakkan di toko saya dengan sistem konsinyasi.

Akhirnya setengah toko saya berisi pakaian sisa ekspor yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya akan menjual produk seperti itu. Pakaian itu agak lambat lakunya, ada baju kaos yang akan diekspor ke Korea yang bentuknya aneh😀, kadang-kadang pelanggan cocok dengan 1 jenis baju namun tidak ada ukurannya. Namun karena banyak dijual murah/obral lumayan juga yang laku dan lumayan mendapatkan keuntungan. Setelah toko berjalan dengan bagus dan cash flownya mengalir “pakaian sisa ekspor” ini sudah tidak ada lagi di toko saya. Toko kemudian berisi semua produk yg memang saya inginkan.

KEEMPAT : ACTION, inilah banyak kelemahan terutama para pemula. Begitu mendapatkan suatu hambatan utama saat akan memulai bisnis, langkah mereka langsung terhenti. Di saat sudah ada rencana mau buka usaha dan modal yg dibutuhkan tidak tersedia, mereka berhenti dan tidak melalukan apa-apa.

Saat berniat membangun dan membuka toko sedangkan dana saya tidak ada, saya tidak mau diam. Saya melakukan apa yg bisa saya lakukan, yakni mendatangi pemborong (kontraktor kecil2an) untuk meminta penawaran, dan ini kan kita tidak harus membayar. Sambil berjalan akhirnya saya dapat ide malah dari Mas Kalim, seorang tukang yg dekat dg keluarga saya.

JANGAN SAMPAI APA YANG TIDAK DAPAT KITA LAKUKAN, MEMBATASI APA YANG KITA LAKUKAN.

Intinya lakukan saja dulu apa yg dapat kita lakukan, tinggalkan yg belum dapat kita lakukan. Dalam perjalanan nanti akan ada saja ide atau peluang2 untuk memperoleh peluang atau jalan. Seorang teman yg pernah membuka bisnis laundry dan tidak punya modal, memulai dg membeli gantungan dan penjepit pakaian di jemuran terlebih dahulu. Akhirnya dia sukses membuka bisnis laundry nya.


Leave a Reply