PAW

PAW

Category : Artikel

PAW

Kepada para sute dan sumoi. Sekedar mengingatkan bahwa setiap jurus perlu dilatih terus-menerus mengikuti perputaran matahari. Termasuk pula, jurus ceker yang sudah kita pelajari seratus purnama yang lalu. Kepada pada suheng dan suci mohon izin dan perkenan.

Seperti juga berbagai jurus dahsyat lain dalam dunia kang-aw, Jurus Ceker yang merupakan jurus lwee-kang ini juga punya satu pantangan. Jika pantangan ini dilanggar, maka kedahsyatan Jurus Ceker ini akan hilang. Locianpwe menjadi tidak sakti lagi.

Pantangan itu adalah kata “tapi”. Kata “tapi”, akan membuat gerakan Locianpwe menjadi sekedar tindakan gwa-kang semata. Maka, selama memahami jurus yang sangat dahsyat ini, hapuslah kata “tapi” dari cin-keng Locianpwe. Lalu bolehlah Locianpwe buktikan, di sepanjang sisa tulisan yang waktu cernanya tak lebih dari sepeminuman teh ini, Locianpwe tidak akan menemukan kata “tapi”.

Dalam bahasa Inggris, “ceker” (atau tapak yang ada cekernya) disebut dengan “paw”. “PAW” terbentuk dari tiga huruf yaitu P.A.W. Jurus ini sangat ampuh untuk mencapai impian Locianpwe. Mari kita pelajari Jurus Ceker yang lebih hebat dari kim-hoat ini, mumpung malam masih hay-sie. Menurut pribadi pinto, Locianpwe mestilah mendalami jurus ini. Pinto yakin Locianpwe semua bertulang baik.

P – Possibility

Sengaja atau tidak, kita sering merancukan “kemungkinan” dengan “kemampuan”. Kita sering merasa “tidak bisa” atau “tidak mungkin” padahal sebenarnya hanya “tidak tahu caranya”. Kita semua punya keterbatasan fisik, dan justru biasanya kita tidak tahu apa saja batas-batas itu. Kita tak akan pernah tahu batas-batas itu, sampai kita mencapai batas-batas itu.

Sesungguhnyalah, Locianpwe tidak dapat membuktikan apa-apa yang negatif, misalnya “saya tidak bisa”. Maka, Locianpwe juga tak akan bisa membuktikan “ketidakmampuan”. Sebab Locianpwe adalah Locianpwe. Paling-paling, Locianpwe hanya bisa mengatakan “saya belum mencapainya”. Sejarah kang-aw telah membuktikan ribuan kenyataan; apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

A – Ability

Locianpwe mungkin sering membatas langit dengan langit-langit. Locianpwe sangat percaya bahwa sesuatu adalah tidak mungkin Locianpwe lakukan. Ketahuilah, bahwa “beliefs are not facts”. Belief yang benar adalah: Locianpwe belumlah sampai ke batas kemampuan Locianpwe sendiri!

Janganlah Locianpwe membiasakan mulut mengatakan “tidak bisa” sekalipun pikiran Locianpwe memang mengatakannya. Paling tidak, tunda itu kata-kata. Sebab, itu sama dengan Locianpwe meminum cuka.

Rata-rata pendekar persilatan, baik utara maupun selatan, lebih siap untuk meyakini keburukan dalam berbagai hal yang mereka lakukan, ketimbang meyakini kemampuan. Alasannya, mereka mau rendah hati. Padahal, jika Locianpwe lebih mau meyakini kemampuan Locianpwe, itu bukanlah sombong maksudnya. Meyakini kemampuan bukanlah sikap pamer, dan sebaliknya rendah hati bisa jadi mengafirmasi ketidakmampuan.

Sombong itu jelas salah, dan merendahkan diri sendiri justru identik dengan memakai jubah keterbatasan. Dampaknya adalah memperjelas dan memperbesar kelemahan. Gantilah kata “tidak” dengan kata “belum”. “Tidak bisa” menjadi “belum bisa”. Sebab selagi hidup, Locianpwe pastilah punya waktu untuk berlatih silat.

Jangan pernah “beralasan di muka”, bertanggungjawablah dengan impian jika Locianpwe memang benar mengimpi-impikannya. Beralasan di muka adalah sama dengan merencanakan kegagalan Locianpwe sendiri. Atau, lebih baik katakan saja, bahwa Locianpwe memang tidak menginginkannya.

W – Worthiness

Apakah Locianpwe merasa “berhak” untuk impian Locianpwe? Hanya Locianpwe sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Itulah inti dari Jurus Ceker yang dahsyat ini.

Setelah Locianpwe menetapkan tujuan, sasaran, atau impian, Locianpwe langsung bisa melatih Jurus Ceker ini, lalu tulislah yang berikut ini di dalam cin-keng Locianpwe:

Impianku ini mungkin dicapai.
Aku memiliki kemampuan untuk mencapainya.
Aku berhak mencapai impianku ini.

Jika terkait dengan tiga kalimat di atas, sekarang atau nanti, Locianpwe merasakan perasaan yang tidak enak, maka Locianpwe punya dua hal yang pasti; yaitu kendala dan keragu-raguan. Temukanlah solusinya dan habisi keragu-raguan Locianpwe.

Semoga bermanfaat, pinto undur diri.

Ciangkun Tayhiap MI-E.D.A.N.

Ikhwan Sopa,

* Disarikan dari:
“The NLP Workbook” by Joseph O’Connor


Leave a Reply