Monthly Archives: November 2018

THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY – THE TESLA WAY

Category : Artikel

Akhirnya sampai sudah diujung trilogi tulisan ini. Sebenarnya banyak sekali bahan kalo buat ngebahas Si Elon Musk aka Iron Man dengan bisnis-bisnisnya. Banyak yang bisa diulas dari manusia jenius ini. Tapi kita fokus dan tuntaskan bahasan kita kali ini

Eh ini sub judul “THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY” beneran loh. Saya tidak salah ketik. Strategi Marketing terbaik yang pernah ada di muka bumi adalah KETIKA KITA TIDAK MENGGUNAKAN MARKETING STRATEGI SAMA SEKALI.

Okay, mari kita bahas dalam perspektif brandingnya Kevin Lane Keller, The World Branding Guru. Dalam Brand Positioning Model-nya Keller, kita akan menemukan 2 elemen yang harus kita definisikan dari sebuah brand agar bisa melakukan positioning secara optimal, yakni Point of Parity (POP) dan Point of Difference (POD).

POP adalah seberapa kuat sebuah brand diasosiasikan dengan brand yang sudah ada dipasar. Misal POP dari brand mobil adalah aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus. Semakin tinggi nilai POP dari sebuah brand maka akan semakin mudah bagi pasar mengkorelasikan dengan produk yang sudah ada.

Benefitnya, Anda tidak perlu effort besar untuk mengedukasi pasar. Jika Anda hanya memiliki POP aja tanpa pembeda (POP) artinya produk Anda 100% sama persis dengan produk dipasar, ini adalah pure RED OCEAN. Ceruk pasar dimana sudah sekali membedakan produk satu dengan yang lain selain nama dan harga.

Sedangkan POD adalah faktor-faktor yang menyebabkan brand Anda di kenal oleh pasar karena sebuah keunikan yang akhirnya menjadi ciri khas tersendiri dari brand Anda. Semakin tinggi nilai POD dari Brand Anda, maka produk Anda akan semakin unik dan nyeleneh.
Misal POD untuk produk mobil yang unik adalah mobil terbang. Ini akan stand out dan membuat mobil Anda kelihatan sangat beda.

Nilai sangat tinggi untuk POD akan membawa produk Anda ke ranah BLUE OCEAN atau ceruk tanpa pesaing, karena Anda akan semakin terlihat sangat berbeda dari pasar. Tapiii.. ada tapinya.

Jika nilai pembeda (POD) terlalu tinggi namun asosiasi dengan produk yang ada di pasar atau paritas (POP) sangat rendah atau bahkan nol, maka brand Anda akan jadi unik, tapi efek negatifnya market akan takut mencoba produk Anda. Karena tidak ada pembandingnya dipasar. Secara psikologis market akan enggan mencoba hal yang benar-benar terlalu aneh, eksentrik. Ketika Anda mendefine mobil Anda bisa terbang ini terlalu ekstrim.

Karena dimarket belum ada bandingannya. Orang takut mencoba karena ragu dengan keamanannya. Ehh.. jangan-jangan nanti pas kita pake, mesin error jatuh kita. Bukannya orang muji Masya Allaah.. tapi malah Inna lillahii jadinya.. Iiihh.. Efek samping terlalu nyeleneh juga akan menguras effort Anda untuk terus-menerus melakukan edukasi ‘point pembeda’ Brand Anda ke market. Gampangnya dibutuhkan effort ‘marketing communication’ yang luar biasa. Dan tentu saja akan menguras tenaga dan biaya.

Seni dari Brand Positioning Model memang bagaimana mengatur porsi yang tepat antara POP dan POD. Jangan sampai terlalu besar POP tapi minim POD, jadi produk sama plek dengan yang ada dipasar dan market kesulitan membedakan. Atau POD terlalu tinggi namun POP rendah sehingga produk Anda terlihat sangat aneh.

Apa yang dilakukan oleh Musk dengan kejeniusannya adalah ia amat sangat fokus pada POP sampai-sampai POP itupun berubah menjadi PODnya Brand Tesla. Bingung ya.. he he.. tarik napasss panjang.. buaang pelan-pelan.. eiitss lewat mulut yahh..jangan lewat jalur bawah..heboh nanti sebelah-sebelah Anda..menimbulkan fitnah saja.. aroma tanpa jejak.

Begini.. Dalam banyak sesi wawancara, Musk selalu mengulang-ngulang resep suksesnya Tesla menguasai pasar mobil elektrik. Ia berpesan yang intinya.. “Don’t be slightly better.. but much much much better than your competitor”

Maksudnya adalah jika kita hanya beda ‘sedikit’ lebih baik saja dari kompetitor, market tidak akan mampu untuk membedakan.
Namun jika kita mampu menjadi jauuuuuuuuuh lebih baik baik dari kompetitor, maka market akan mudah sekali mengenali produk Anda dan tak pernah berhenti memuji kebaikan produk Anda.

Apa yang dimainkan oleh Tesla bukan pada hal-hal yang nyeleneh dan aneh-aneh. Ia tidak bikin mobil yang bisa terbang.. tidak sekarang mungkin, mobil yang bisa meloncat.. atau mobil yang bisa berubah jadi robot kaya di transformer terus bisa gendong supirnya menerobos kemacetan.

Apa yang dilakukan Tesla adalah melakukan perbaikan luar biasa pada fitur-fitur dasar sebuah mobil, namun jauuuuuh lebih baik dari kompetitor. Dia bukan main di ranah POD, tapi ia mampu melakukan hal-hal revolusioner diranah POP sampai seolah-olah itu menjadi pembedanya dia.

Jika fitur dasar atau POP sebuah mobil adalah “aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus” maka Tesla melakukan revolusi sehingga menjadi “teramat sangat aman, teramat sangat nyaman, teramat sangat cepat, teramat sangat fisien, model teramat sangat bagusnya”

The Model S saking amannya diberikan skor 5.4 dari skala 5 maksimal untuk safety rating oleh National Highway Safety Administration.
Tesla memenangi buanyaaak sekali penghargaan mobil teraman, ternyaman, terefisien, terindah dan elegan yang biasanya didominasi oleh mobil-mobil berbahan bakar bensin.

Tesla mampu merevolusi dan merombak dunia permobilan listrik, dari yang semula melekat image kalo mobil listrik itu mobil kelas bawah, lambat model mobil dilapangan golf, ribet dan lama ngechargenya, bentuk jelek dan terkesan apa adanya, langsung seketika menjadi mobil yang cepat dan gesit, sangat efisien dan ramah lingkungan dan yang terpenting bentuknya menjadi amat sangat indah, lux, berkelas dan mewah.

Dengan ‘hanya’ merombak fitur-fitur standar sebuah mobil sampai menjadi sebuah keunggulan yang sangat outstanding sehingga mampu mengungguli mobil-mobil lain dikelasnya membuatnya terlihat sangat mencolok dibanding brand-brand mobil yang lain. Bahkan terhadap mobil berbahan bakar bensin sekalipun.

Karena saking jauhnya kualitas TESLA mengungguli produk-produk pesaing-pesaing dikelasnya, sampai akhirnya produk-produknya bisa mengkomunikasikan value nya sendiri.

Elon Musk menyebutkan kalo ia menggunakan ZERO BUDGET untuk marketing. Ia terang-terangan mengatakan kalau ia tidak butuh marketing. Itulah kenapa Tesla tidak punya Chief Marketing Officer (CMO) atau Direktur Marketing, ia juga tidak punya tim Advertising atau periklanan.

Dipertegas oleh AdAge, media yang menyoroti belanja iklan Brand-brand diseluruh dunia dalam salah satu ulasannya “Tesla Motors has no advertising, no ad agency, no CMO, no dealer network. And that’s no problem.” – AdvertisingAge

Bandingkan dengan raksasa otomotif lainnya seperti GM, Mercedes ataupun BMW yang masih membutuhkan dana marketing trilyunan setiap tahunnya untuk memasarkan produk-produknya.

Jika saja Elon Musk diberikan uang 100 juta dollar untuk biaya marketing, maka ia tidak akan pernah menghabiskan uang itu sedolarpun untuk belanja iklan.

Tetapi yang ia lakukan adalah menghabiskan semuanya di Research and Development untuk menjadikan produknya lebih baik.. baik dan makin baik lagi sehinga jauh mengungguli kompetitor-kompetitornya. “Marketing Department” nya Tesla adalah Engineering dan RnD department yang bertugas membuat produk-produk yang jauh mengungguli pesaingnya. Refine..refine and refine.

Terus bagaimana caranya bikin produk-produknya laku terjual, bahkan pabriknya sampai kuwalahan karena kapasitas nya yang jauh dibawah jumlah pesanan yang ia tangani.

TIGA PILAR MESIN PROMOSI TESLA
Mesin promosi Tesla secara garis besar ada di 3 pilar.

PESONA SANG ELON MUSK AKA ‘IRON MAN’
Yang pertama dan paling utama adalah tentu saja dari pesona sang CEO, Elon Musk. Meskipun Tesla gak pernah ngiklan, tapi semua media kepincut untuk mewawancarai sang CEO. Tentang mimpi-mimpinya, tentang proyek-proyek prestisiusnya seperti SpaceX, Solar City dan Giga factorynya, dan tentu saja ujung-ujungnya nyerempet ke Tesla. Jadi kalo kita search di internet kita akan menemukan video interview Elon Musk berceceran dimana-mana. Kalo ditotal-total, semua viewnya bisa sampe ratusan juta view. Itu baru video. Belum lagi artikel-artikel bertemakan biografi maupun wawancara seputar aktivitas Elon Musk. Akan menghasilkan miliaran exposure. Itu kalo pake advertorial atau iklan berbayar sudah habis berapa trilyun ituuh.
Sekedar diketahui, Elon Musk adalah tokoh yang menginspirasi Jon Favreau, sutradara Iron man, menghidupkan karakter Tony Stark. Kalo temen-temen teliti, Musk sendiri pernah menjadi cameo di Iron Man 2 loh.

Elon Musk ini juga terkenal sebagai orang yang sanga dermawan dan baik hati. Kalau saja ia mau serakah, ia akan mengkomersilkan paten-patennya tentang mobil listrik dan menjualnya ke pabrikan-pabrikan besar. Namun ia lebih memilih menggratiskan paten-patennya tentang mobil listrik dan mempersilahkan siapa saja yang ingin mengembangkannya. Ini adalah sebuah kontribusi yang luar biasa buat pengetahuan. Image Elon Musk sebagai orang yang dermawan dan murah hati sangat berperan mengangkat image Musk dan produk-produknya. Selalu ingat prinsip reciprocity. Market juga bisa tergerak secara emosional dengan cara membeli produk kita.

PRODUK YANG MAMPU MENCIPTAKAN ‘DIE HARD FANS’
Kedua adalah kekuatan produk-produk Tesla itu sendiri.
Meskipun tidak pernah ngiklan berbayar, karena terlampau seringnya memenangkan penghargaan, produk-produk Tesla banyak diulas oleh media-media global Internasional. Setiap ada rumor atau isu akan datangnya produk baru, media-media besar macam FastCo, Entreprenuer, TIMES, Forbes, TheGuardian, TechCrunch, dan buanyak lagi lainnya pasti sudah cepet-cepetan mereviewnya. Fitur-fitur apa yang menjadi andalan keluaran seri Tesla kedepannya diulas tuntas tanpa perlu seperpun Tesla membayarnya.

Saking bagusnya produk-produk Tesla sampai ia menciptakan fans-fans yang sangat menggilai produk-produk Tesla. Ada lebih dari 55,000 orang yang keranjingan di grup yang isinya orang yang cinta mati dengan hal-hal berbau Tesla. Mereka tak habis-habisnya bahan berdiskusi dan saling sharing pengalaman menggunakan Tesla. Mereka juga rajin bergosip tentang fitur-fitur keren apa yang akan diusung Tesla di rilisan produk terbaru berikunya. Mereka adalah para advocates produk-produk Tesla yang tanpa dibayarpun rela mati-matian mempromosikan produk Tesla.

Selain itu, para fans yang ter-WOWkan dengan produk Tesla, banyak mengupload postingan-postingan menggunakan produk Tesla di social media mereka. Banyak fans Tesla yang memposting foto dan video dengan ekspresi-ekspresi lucu mengendarai mobil-mobil Tesla. Terutama dari mereka yang menggunakan fitur autonomos atau self driving car. Jadi mobilnya nyetir sendiri, penumpangnya asyik rekam video dan langsung siaran dari dalam mobil. Ini bukan hanya menjadi sebuah ‘testimoni’ tak langsung, namun juga demonstrasi begitu amannya fitur-fitur yang ditawarkan oleh Tesla.

JUAL LAH MIMPI DAN POTONGAN MASA DEPAN
Terciptanya ‘Open Loop’, cerita yang memang sengaja belum dituntas kan membuat Elon Musk terus diburu oleh para jurnalis dan penggila teknologi. Musk adalah sosok teknokrat yang flamboyan. Meskipun ia seringkali gagap saat wawancara dan tidak sepiawai Steve Job dalam melakukan presentasi, namun cerita-cerita cuilan masa depan (slice of the future) yang ia tawarkan selalu menarik untuk dinantikan penggemar-penggemarnya.

Dari pesona proyek-proyek prestisius SpaceX, cargo pengiriman luar angkasa sampai Hyperloop, teknologi transportasi masa depan yang meskipun didarat mampu melesat melebihi pesawat adalah impian-impian Musk yang saat ini juga menjadi impian semua orang didunia.

Cerita penelitian proyek-proyeknya terus dinantikan. Langsung atau tidak langsung, hal ini juga terus mengangkat image Musk dan Teslanya.

SUMMARY AND TAKE-AWAY
Ada banyak cara menciptakan sebuah BRAND yang mampu mengkomunikasikan produknya sendiri. Istilahnya saking bagusnya si CONTENT hingga mampu membangun CONTEXT nya sendiri.

Pertama adalah membuat produk yang bukan sedikit lebih baik, tapi jaauuh lebih baik dari kompetitor. Pasar terlalu lelah untuk mengenali yang biasa-biasa saja. Jika Anda ingin cepat dikenali buatlah yang jauh mengungguli dari rata-rata yang ada dipasar, meskipun fitur yang sama. Dalam konteks neuroscience, hal diatas rata-rata akan efektif menarik perhatian si Amygdala.

Bermain di level POP akan banyak memberi keuntungan pada brand Anda karena dari sisi Neuroscience tidak banyak dibutuhkan effort untuk membangun koneksi antar sel-sel otak yang bener-bener baru. Hanya meneruskan koneksi-koneksi dendrit yang sudah ada diotak. Koneksi yang benar-benar baru akan menimbulkan kecemasan (hormon adrenaline dan kortisol) dan membuat otak audiens cenderung takut dan menghindari spekulasi.

Sedangkan ‘hanya’ menumbuhkan dendrite dari koneksi antar sel otak yang sudah ada akan memberikan efek dopamine, atau efek senang dan bahagia.

Temukan sebuah ‘OPEN LOOP’ atau hal yang bikin penasaran customers tentang produk atau brand Anda. Open loop atau cerita yang belum tuntas inilah yang bikin mereka penasaran dan mau kepoin Anda terus.

Karakter dari si Business Owner memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap produk-produk yang mereka jual. Selalu ramahlah pada orang-orang yang mengajak interaksi Anda. Sering-seringlah berbagi ilmu dan hal apapun yang menyenangkan yang bikin customers Anda selalu tersenyum. Bisa jadi ini adalah sebuah emosional attachment yang kuat yang menjadikan alasan customers Anda membeli dari Anda

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam Nginbound
Saiful Islam


ORANG DEWASA BELAJAR DARI MASALAH

Category : Pelatihan

Pemahaman ini sangat penting, namun jarang diingat oleh rekan-rekan yang bergerak dalam Training.

Bagi sebagian besar Praktisi Training & Learning, peserta akan belajar efektif dari materi yang mereka terima. Kenyataannya, kebanyakan orang dewasa dalam organisasi, belajar bukan untuk menambah ilmu, melainkan untuk menyelesaikan masalah kinerjanya.

Saat Training hanya berfokus pada mengajarkan ilmu di dalam kelas, peserta membutuhkan upaya lebih lagi untuk memikirkan, “Bagaimana saya mengimplementasikannya di tempat kerja?”. Sebelum ketemu jawabannya, mereka keburu ketemu rutinitas kerja harian sehingga kembali ke rutinitas lama.

Kadang Training banyak menyajikan latihan. Sangat bagus jika latihannya semirip mungkin dengan kondisi asli di tempat kerja. Namun itu tentu tak selalu bisa dilakukan karena beberapa keterbatasan. Jika latihannya tidak sama dengan kondisi asli, hasilnya sama seperti sebelumnya, butuh waktu berpikir bagaimana mengimplementasikannya.

Proses belajar terbaik bagi orang dewasa adalah, menghadapi masalah dan menyelesaikannya secara langsung. Belajar sambil bekerja, bekerja sembari belajar. Peserta difasilitasi Learning Coach atau Leadernya untuk dihadapkan pada masalah yang belum terpecahkan, dan diberi wewenang menyelesaikannya sembari didampingi dalam setiap langkahnya. Pendekatan ini dikenal dengan ACTION LEARNING.

Dengan menerapkan ACTION LEARNING, Formal Training kalaupun dibutuhkan, porsinya menjadi lebih sedikit. Memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar untuk persiapan peserta menghadapi masalah yang ada.

Di dalam ACTION LEARNING, proses belajar paling banyak terjadi melalui pendampingan dalam menyelesaikan masalah, dimana selain menghadirkan solusi kongkret, dipandu juga oleh Learning Coach atau Leader untuk merefleksikan learning point-nya.

————-
Ditulis oleh:
SURYA KRESNANDA
Profesional Learning Designer
Author of “Why Training Fails? And What To Do About It”


What Creative Leaders Do?

Category : Artikel

(Apakah yang dilakukan leader-leader yang creative?)

Kadang-kadang saya sengaja mengundang beberapa anak muda (kurang dari 30 tahun) untuk berdiskusi dan makan malam dari mereka.
Kadang-kadang mereka ingin menanyakan sesuatu kepada mereka, tetapi seringkali saya juga belajar banyak dari mereka.
Often, they have a lot of brilliant ideas we can learn from …

Malam itu saya mengundang dua anak muda di Setia Budi One, yang kebetulan dekat dengan kantor saya.
Sebut saja namanya Adi dan Win, dua-duanya bekerja sebagai Marketing Manager (di perusahaan yang berbeda) ….

Sambil melahap soto betawi dan gado-gado kesukaan saya, mereka pun memulai pembicaraan.

“Pak Pam, kami sering bekerja dengan leader-leader di perusahaan kami. Ternyata ada dua macam leader pak.
Ada result based leaders. Mereka ini business performance nya bagus banget pak. Tapi orangnya boring banget pak. Ngomongnya kerjaan melulu.
Pusing deh. Apa lagi kalau kerja dengan Millenial seperti kami. Gak nyambung banget deh pak.
Kemudian ada golongan kedua. Business leader yang fun banget, enak diajak ngobrol, sangat perhatian kepada anak buahnya, bahkan suka nraktir.
Tapi business performance nya hancur. Jadi biasanya baru setahun lebih dikit juga sudah diganti.

Apakah harus begitu sih pak?
Apakah memang untuk menjadi great business leader itu memang orangnya harus boring?
Apakah untuk menjadi good people leader itu memang akan membuat susah perform?
Apakah ada leader yang performance bisnisnya bagus dan juga perhatian sama anak buahnya?”

Anak anak muda itu menanyakan sesuatu yang sangat menarik.
Dan pertama kali mari kita jawab dulu… jawabannya… ADA!
Dan tentu saja da leader yang performance bisnis nya bagus dan mampu memotivasi serta men-develop team membernya.
I have met many of them.
And I am lucky to work for some of them.
I call them creative leaders.

The next question is what do they do differently?
Remember they are not doing different things.
They still work hard to achieve their challenging objectives.
They still make sure they develop and motivate people.
The just do (the same) things differently.

Let’s see what they do .

1. They Change the language

Those creative leaders communicate differently.
Using different methods of communication (email, one to one, post it note, fun meeting, fun team activity, poster on the wall …)
They also use different words , different sentences that make you want to listen to them.
They are fun to listen, they are clear and easy to understand, so the followers have no trouble to follow them.
They dont use complicated words to show off how smart they are, or to test the intellectual skills of their people.
Mereka hanya berbicara dan berkomunikasi dengan jujur dan tulus dari hati ke hati.

2. They Have a lot of ideas

Leader leader yang kreatif itu asyik banget… kita akan enjoy dan have fun kalo kerja sama mereka. Mereka ini punya banyak ide dan suka mencoba coba teknik baru untuk memecahkan masalah.
Idenya gak ada habis habisnya, aneh-aneh, seringkali ditertawakan orang pada awalnya, tetapi kemudian seringkali terasa benar pada akhirnya.

3. Surprise with the obvious

Banyak ide yang pada awalnya terasa obvious. dan kita gak memikirkan , tetapi mereka sempat sempatnya memikirkan idea itu , dan pada akhirnya terasa banget manfaatnya buat bisnis.
Why? Because they take time to think and look at different perspective before they start a task.

4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Since they like to try new things (and they encourage his team to do the same), mereka suka mencoba coba, kadang kadang berhasil, kadang kadang gagal.
Tetapi kalau mereka gagal, mereka akan belajar dari situ, memperbaiki situasi dan segera move on dari kegagalan tersebut.

Remember, they are not just good leaders, they are creative leaders!

Sudah, sekarang gak usah berandai-andai dan bilang,”Seandainya saja saya punya leader seperti itu”
Lebih baik memulai dari diri sendiri dan mencoba menjadi leader yang lebih baik dan lebih creative ….
Remember this is what they do differently …

1. Change the language
2. Have a lot of ideas
3. Surprise with the obvious
4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Let’s apply those in our daily work.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto



MERAWAT LUKA

Category : Artikel

Ditulis oleh :

*Hermawan Gatot Suhendro*

Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *”luka”*, akan terlihat dari hobbynya yang *senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..

Mengenali luka-luka yang masih *”menganga”* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *”penyembuh”* luka yang paling efektif..

Welas Asih itu bisa berupa,

-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..

– Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..

– Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..

– Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..

– *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..

– *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..

– *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..

Sebab,
Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..

Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *”luka”*..

Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..

Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..

Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika “luka” hatinya *sudah tersembuhkan*..

Pertanyaannya,

“Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?”

*Let’s Transform!*

🙏
HGS