THE LIGHT AT THE END OF THE TUNNEL

THE LIGHT AT THE END OF THE TUNNEL

Category : Artikel

(Pada saat anda sedang dalam masalah yang berat, dan lama, teruslah berusaha, teruslah bekerja, dan suatu saat PASTI anda melihat
cahaya di ujung terowongan itu)

Pagi itu Bayu terlihat lesu. Dan dia menceritakan nasibnya pada saya sambil breakfast di sebuah cafe di SetiaBudi One sebelum saya ke kantor.

Lima tahun yang lalu, Bayu sedang mengalami perkembangan pesat dalam kariernya. Pada usia muda dia sudah menjadi Marketing Manager di sebuah perusahaan MultiNasional yang terkenal.

Kemudian dia memutuskan untuk resign dan memulai usahanya sendiri. Dia membuka sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing, yang memang menjadi core competence nya. Usaha yang dirintis kecil-kecilan ternyata berkembang pesat, bahkan Bayu berhasil merekruit 20 karyawan.
Mereka berjiawa muda, dinamis, sangat menguasi digital marketing dan mengert apa yang diperlukan customer mereka. Maka order-order besar pun berdatangan.
Bayu enjoy his life sebagai enterpreneur bahkan seringkali diundang sebagai pembicara di seminar-seminar besar.

Kemudian ….
ternyata kompetisi
makin keras. Banyak pesaing yang memasuki bisnis ini (dengan product yang lebih bagus dan harga yang lebih murah!), bahkan pemain asing pun berdatangan memperebutkan “kue” yang sama.

Bisnis Bayu pun mulai menurun, terus menerus dan sejak dua tahu lalu mereka tidak berkembang lagi, hanya hidupnya dari orderan customer lama yang makin lama makin mengecil.
Hidup segan mati tak hendak, adalah pepatah yang tepat menggambarkan suasana bisnis saat ini.

Bayu pun terus menerus berusaha. Semakin mendekati customernya, menciptakan product baru, menggunakan digital platform baru, merecruit karyawan dengan kompetensi baru. Semuanya sudah dilakukan.
Dan ternyata miracle belum juga tiba, sampai hari ini.

Dan pagi itu Bayu datang dengan lesu, stress dan percaya dirinya mulai pudar perlahan – lahan.
“I dont know what to do anymore. I am good. I am one of the best. Graduated from best University. Great Index Prestasi. Worked in the best company. Had international experience. And now? Nothing !!! What should I do?”
Dia hampir menangis menceritakan nasibnya.

Bayu sedang berada di dalam terowongan gelap, dan dia sudah cukup lama di dalam terawangan, bahkan dia belum melihat cahaya di ujung terowongan …., jadi akibatnya dia hanya melihat kegelapan yang gulita. Pantas lah kalau Bayu agak frustasi dan stress .

Dan hal ini sering terjadi, baik untuk career maupun bisnis kita.
Bayu sedang mengalami itu dalam karienya. Beberapa perusahaan juga mengalami penurunan performance karena persaingan yang keras dan macro economy yang tidak mendukung.
Hidup, karier dan bisnis adalah perjalanan naik toller coaster. Kadang kita naik , kadang kita turun.
That’s life thatbwe face now …

Cerita ini mengingatkan saya kepada seorang teman saya yang lain . Sebut saja namanya Jeremy, teman saya juga 10 tahun lalu waktu saya bekerja di Singapore.
Jeremy adalah orang Amerika, kolega saya dalam bidang HR. Suatu saat dia harus kembali ke Texas karena dia harus mengurus ibunya yang sakit kanker (dan akhirnya meninggal 3 tahun lalu).
Dan sejak Jeremy pulang, dia pun sibuk mencari pekerjaaan. Tetapi waktu itu kayaknya ada krisis yang melanda Amerika yang membuat Jeremy susah sekali mencari pekerjaan dalam bidang HR (di mana dia sangat expert). Hampir sama seperti Andy tadi.
Bedanya setelah 1-2 tahun Jeremy tidak menemukan pekerjaannya juga, Jeremy mencoba menemukan passion dan strength yang lain. Dan dia teringat bahwa dulu dia hobby beracting dan maun theatre. Dia dalami lagi dunia acting. Dan sekarang Jeremy sering tampil menjadi pemeran pembantu dalam beberapa film seri seperti NCIS, Criminal Minds ..etc.

Voila! Jeremy did it right. Saat anda berada di terowongan panjang
Anda harus terus berjalan
mencari cahaya terang
Terus berlari, berjalan dan bergerak
Jangan putus asa
Jangan terdiam
Teruslah bergerak, berjalan dan berlari. Pada saat perusahaan anda sedang mengalami decline of performance … seluruh perusahaan harus berusaha mencari inisiatif baru, berinovasi dan bekerja keras agar performance naik lagi
Apa yang harus anda lakukan? Apa yang harus anda lakukan seandainya anda (atau bisnis anda) sedang berada di

Seperti Jeremy yang mencoba karier di dunia acting, anda juga harus mencoba mencari strength yang lain. Sama perusahaan anda juga harus berusaha mencari sumber pendapatan lain di luar product yang selama ini diandalkan …

Lengkapnya kita ikuti langkah-langkah di bawah ini …

1. REEVALUATE YOUR STRENGTH
Coba gali potensi anda , pasti anda punya kelebihan kelebihan lain yang mungkin tidak tergali.
Mungkin saja anda jago dalam
– berorganisasi
– berkomunikasi
– influencing others
– berdagang
– utak atik computer system
– bahasa asing lain
– …etc
Seperi Jeremy yang mencoba menggali potensinya selain di HR, dan akhirnya ketemu dalam bidang acting.

2. SHARPEN YOUR SHAW

Asahlah gergaji anda. Maksudnya asahlah kompetensi anda. Belajarlah lebih banyak lagi. Baik secara teori maupun praktek. Bekerjalah untuk sukarelawan dan tanpa dibayar, asalkan pekerjaannya menarik dan membuat anda belajar lebih banyak!
Jangan hanya berdiam dan meratapi diri.

3. LOOK, LISTEN, READ, OBSERVE, LEARN
Perhatikan trend yang sedang terjadi. Bidang apa yang sekarang menjadi trend. Bidang apa yang akan menjadi trend di masa depan. Mulai belajar .
Kan sekarang ada waktu buat belajar?

4. REACH-OUT: USE YOUR NETWORK, HELP THEM

Connect lagi dengan networking anda. Dikusikan. Nah , di sini ingat satu hal yang penting. Jangan minta pekerjaan ke mereka. Bayangin, temen anda sudah lama gak ketemu dengan anda, eh ketemu ketemu anda butuh bantuan. Dia akan gedheg!
Justru anda harus mencoba bertanya apa yang anda bisa bantu. That’s networking!
Barangkalai saja ada hal hal yang anda bisa bantu secara sukarela (dan tidak dibayar). Mungkin proyek kecil, mungkin penelitian, mungkin CSR atau apapun that you can help.
By doing that, anda nggak akan nganggur, anda bertambah pengalaman, dan anda bertambah network anda.

5. CREATE YOUR OWN OPPORTUNITY
Ingat seringkali opportunity tidak datang. And that’s ok. You have to create your own opportunity !
Ciptakan kesempatan anda sendiri. Bisa dengan memulai bisnis baru. Bisa dengan menciptakan product baru. Bisa mempelajari consumer behavior dan mencari atau menciptakan sesuatu yang dibutuhkan mereka.
Bayu is good, lulusan terbaik dari universitas terbaik. Gunakan kompetensi itu dong untuk create something new yang akan membuka peluang baru.

6. BE PERSISTENT, THE LIGHT WILL COME

Jangan terlalu khawatir secara berlebihan. Yakinlah bahwa suatu saat masa masa sulit akan berlalu. Bersiaplah. Berusahalah. Belajarlah. Bekerjalah. Tetapi tetap jangan lupa bersenang-senang dan enjoy life secukupnya.
The most important thing is being persistence and perserverance no matter how difficult your situation is.
Keep fighting, and you will see the light in the end of the tunnel.

Ingat, kalau anda sedang berada di terowongan gelap, coba terapkan keenam hal ini:

1. REEVALUATE YOUR STRENGTH
2. SHARPEN YOUR SHAW
3. LOOK, LISTEN, READ, OBSERVE, LEARN
4. REACH-OUT: USE YOUR NETWORK, HELP THEM
5. CREATE YOUR OWN OPPORTUNITY
6. BE PERSISTENT, THE LIGHT at the end of the tunnel WILL COME

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto


Leave a Reply