MERAWAT LUKA

MERAWAT LUKA

Category : Artikel

Ditulis oleh :

*Hermawan Gatot Suhendro*

Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *”luka”*, akan terlihat dari hobbynya yang *senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..

Mengenali luka-luka yang masih *”menganga”* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *”penyembuh”* luka yang paling efektif..

Welas Asih itu bisa berupa,

-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..

– Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..

– Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..

– Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..

– *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..

– *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..

– *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..

Sebab,
Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..

Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *”luka”*..

Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..

Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..

Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika “luka” hatinya *sudah tersembuhkan*..

Pertanyaannya,

“Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?”

*Let’s Transform!*

🙏
HGS


Leave a Reply