Author Archives: DermawanMgt

MENGAPA TARGET TIDAK TERCAPAI

Category : Pelatihan

Tahun 2018 hampir berakhir, saya buka lagi “Proposal Hidup” yang saya buat diawal tahun dan tentu melakukan evaluasi kinerja semua bisnis yang saya punya. Hasilnya sungguh mengejutkan, pencapaian target bisnis-bisnis saya secara umum tidak lebih dari 70 persen. Dan yang lebih parah, pencapaian target-target pribadi hanya sekitar 50 persen.

Mengapa saya beranggapan ini mengejutkan, karena saya merasa sudah menggunakan dan menerapkan ilmu bisnis terbaru yang saya pelajari. Saya juga merasa bekerja lebih keras dibandingkan tahun sebelumnya tetapi hasilnya justeru lebih buruk dan sangat tidak sesuai dengan harapan.

Secara profesional, saya dan tim melakukan evaluasi, banyak pelajaran dan hikmah yang saya petik untuk perbaikan tahun depan. Dunia berubah begitu cepat, sementara kami berubahnya relatif lambat. Terlalu sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan-pekerjaan teknis dan abai terhadap hal-hal yang lebih strategis. Secara profesional, kami sudah menetapkan langkah-langkah strategis untuk tahun 2019.

Saya pun melakukan perenungan secara spiritual, “mengapa saya sudah merasa bekerja lebih keras namun targetnya justeru jauh dari rencana, baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi?” Dalam perenungan itu, sampailah saya kepada sebuah hadist riwayat Ath Thabrani:

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang ada di pikirannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan empat penyakit dalam dirinya: kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yang tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan keinginan yang tidak tercapai”.

Hadist ini saya baca berulang-ulang, dan pada akhirnya saya merasa hadist ini ditujukan kepada saya. Ya, pekerjaan saya tidak tuntas tuntas, sibuk yang tidak ada ujungnya hingga kehilangan moment-moment penting seperti tidak bisa menghadiri undangan pernikahan, melayat saat ada yang meninggal, tidak bisa memenuhi undangan saudara dan tetangga.

Bukan hanya itu, saya juga mengalami kebingungan mencari akar masalah dari beberapa masalah yang saya hadapi. Dan semua itu akhirnya berujung kepada “keinginan yang tidak tercapai” atau dengan kata lain target pribadi dan target bisnis yang tidak sesuai harapan.

Astaghfirullah…astaghfirullah….astaghfirullah

Memikirkan dunia lebih dominan dibandingkan akherat, itulah pangkal mengapa target tidak tercapai, berbagai persoalan tidak tuntas, sibuk gak jelas, merasa selalu kurang. Rasulullah sudah mengingatkan melalui hadist yang diriwayatkan At-Tirmidzi:

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akherat, tujuannya akherat, niatnya akherat, cita-citanya akherat maka dia mendapatkan tiga perkara: Pertama, Allah menjadikan kecukupan di hatinya. Kedua, Allah mengumpulkan urusannya. Dan ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu dikejar)….”.

Jleb…jleb…jleb…

Perenungan spiritual itu menampar saya dan sekaligus menyadarkan saya. Semoga juga memberi inspirasi bagi Anda.

Untuk itu, mari susun rencana pribadi, rencana bisnis dan rencana kerja pada tahun 2019 dengan melibatkan Allah dalam semua prosesnya. Akherat jauh lebih penting, akherat jauh lebih prioritas, akherat adalah tujuan utama, namun tetap melakukan yang terbaik urusan dunia kita. Urusan dunia kita menjadi bekal untuk pulang ke kampung akherat. Mau banget khan?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini


“NEO NLP PRACTITIONER CERTIFICATION JAKARTA”

Category : Artikel

💥SPECTACULAR EVENT YEAR END 2018 💥

✳️ Program ini dirancang bagi Anda yang ingin memahami NLP secara cepat tidak meninggalkan aspek-aspek penting dalam pembelajaran NLP.

⭕️ Secara garis besar Anda akan belajar dan menguasai :

✔️ Cara untuk mengakses dan membangun Sumber daya Pribadi Unggul untuk selalu berada dalam performa puncak

✔️ Bagaimana bisa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah menyerah dalam pekerjaan, bisnis, dan kehidupan

✔️ Berbagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas pesan, Kemampuan Membangun Relasi dan Keakraban, membaca bahasa tubuh orang lain

✔️ Berbagai teknik komunikasi yang akan membantu Anda dalam memenangkan Negosiasi

✔️ Membaca tombol motivasi orang dan pergerakan bola mata lawan bicara

✔️ Mendapatkan apa yang Anda inginkan dari Orang Lain

✔️ Berbagai teknik yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari rasa takut, emosi negatif, menginstall kebiasaan baru, menghilangkan phobia.

✔️ Teknik memaknai ala Lesly Cameron (pakar terapi dunia) sehingga anda bisa tetap tersenyum dalam kesulitan apapun

🌐 Sabtu – Minggu, 22– 23 Desember 2018

🕘 Jam 09.00 – 17.00 Wib

🏢 Maple Hotel GrogolJl. Daan Mogot Dalam Kali Sekretaris No.55, RT.5/RW.1, Tj. Duren Utara, Grogol petamburan, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

🏷 Biaya Pelatihan Normal (Pada hari H) : Rp. 3.500.000

🔖 Harga Spesial : Rp.1,500,000,- (Bagi 5 Pendaftar Pertama)

🏧 Anda dapat melakukan DP terlebih dahulu dan pelunasan dapat dilakukan pada hari H sebelum pelatihan dimulai. DP / Pembayaran Lunas di Transfer ke Rek BCA 854 504 889 a/n Rudy Sugiono Lukieto

🏧 Pelunasan biaya Pelatihan dapat memakai Credit Card (Visa / Master), Pelunasan dengan Credit Card tidak dikenakan biaya tambahan.

📜 Fasilitas Pelatihan :

🔹Sertifikat NNLP Practitioner dari Neo NLP Society

🔹Modul Pelatihan dalam Bahasa Indonesia

🔹Makan dan Coffee Break selama pelatihan

🔹Pendampingan setelah pelatihan selesai

INFO DETAIL:

http://bit.ly/NNLPJKT

http://bit.ly/NNLPJKT

http://bit.ly/NNLPJKT


THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY – THE TESLA WAY

Category : Artikel

Akhirnya sampai sudah diujung trilogi tulisan ini. Sebenarnya banyak sekali bahan kalo buat ngebahas Si Elon Musk aka Iron Man dengan bisnis-bisnisnya. Banyak yang bisa diulas dari manusia jenius ini. Tapi kita fokus dan tuntaskan bahasan kita kali ini

Eh ini sub judul “THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY” beneran loh. Saya tidak salah ketik. Strategi Marketing terbaik yang pernah ada di muka bumi adalah KETIKA KITA TIDAK MENGGUNAKAN MARKETING STRATEGI SAMA SEKALI.

Okay, mari kita bahas dalam perspektif brandingnya Kevin Lane Keller, The World Branding Guru. Dalam Brand Positioning Model-nya Keller, kita akan menemukan 2 elemen yang harus kita definisikan dari sebuah brand agar bisa melakukan positioning secara optimal, yakni Point of Parity (POP) dan Point of Difference (POD).

POP adalah seberapa kuat sebuah brand diasosiasikan dengan brand yang sudah ada dipasar. Misal POP dari brand mobil adalah aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus. Semakin tinggi nilai POP dari sebuah brand maka akan semakin mudah bagi pasar mengkorelasikan dengan produk yang sudah ada.

Benefitnya, Anda tidak perlu effort besar untuk mengedukasi pasar. Jika Anda hanya memiliki POP aja tanpa pembeda (POP) artinya produk Anda 100% sama persis dengan produk dipasar, ini adalah pure RED OCEAN. Ceruk pasar dimana sudah sekali membedakan produk satu dengan yang lain selain nama dan harga.

Sedangkan POD adalah faktor-faktor yang menyebabkan brand Anda di kenal oleh pasar karena sebuah keunikan yang akhirnya menjadi ciri khas tersendiri dari brand Anda. Semakin tinggi nilai POD dari Brand Anda, maka produk Anda akan semakin unik dan nyeleneh.
Misal POD untuk produk mobil yang unik adalah mobil terbang. Ini akan stand out dan membuat mobil Anda kelihatan sangat beda.

Nilai sangat tinggi untuk POD akan membawa produk Anda ke ranah BLUE OCEAN atau ceruk tanpa pesaing, karena Anda akan semakin terlihat sangat berbeda dari pasar. Tapiii.. ada tapinya.

Jika nilai pembeda (POD) terlalu tinggi namun asosiasi dengan produk yang ada di pasar atau paritas (POP) sangat rendah atau bahkan nol, maka brand Anda akan jadi unik, tapi efek negatifnya market akan takut mencoba produk Anda. Karena tidak ada pembandingnya dipasar. Secara psikologis market akan enggan mencoba hal yang benar-benar terlalu aneh, eksentrik. Ketika Anda mendefine mobil Anda bisa terbang ini terlalu ekstrim.

Karena dimarket belum ada bandingannya. Orang takut mencoba karena ragu dengan keamanannya. Ehh.. jangan-jangan nanti pas kita pake, mesin error jatuh kita. Bukannya orang muji Masya Allaah.. tapi malah Inna lillahii jadinya.. Iiihh.. Efek samping terlalu nyeleneh juga akan menguras effort Anda untuk terus-menerus melakukan edukasi ‘point pembeda’ Brand Anda ke market. Gampangnya dibutuhkan effort ‘marketing communication’ yang luar biasa. Dan tentu saja akan menguras tenaga dan biaya.

Seni dari Brand Positioning Model memang bagaimana mengatur porsi yang tepat antara POP dan POD. Jangan sampai terlalu besar POP tapi minim POD, jadi produk sama plek dengan yang ada dipasar dan market kesulitan membedakan. Atau POD terlalu tinggi namun POP rendah sehingga produk Anda terlihat sangat aneh.

Apa yang dilakukan oleh Musk dengan kejeniusannya adalah ia amat sangat fokus pada POP sampai-sampai POP itupun berubah menjadi PODnya Brand Tesla. Bingung ya.. he he.. tarik napasss panjang.. buaang pelan-pelan.. eiitss lewat mulut yahh..jangan lewat jalur bawah..heboh nanti sebelah-sebelah Anda..menimbulkan fitnah saja.. aroma tanpa jejak.

Begini.. Dalam banyak sesi wawancara, Musk selalu mengulang-ngulang resep suksesnya Tesla menguasai pasar mobil elektrik. Ia berpesan yang intinya.. “Don’t be slightly better.. but much much much better than your competitor”

Maksudnya adalah jika kita hanya beda ‘sedikit’ lebih baik saja dari kompetitor, market tidak akan mampu untuk membedakan.
Namun jika kita mampu menjadi jauuuuuuuuuh lebih baik baik dari kompetitor, maka market akan mudah sekali mengenali produk Anda dan tak pernah berhenti memuji kebaikan produk Anda.

Apa yang dimainkan oleh Tesla bukan pada hal-hal yang nyeleneh dan aneh-aneh. Ia tidak bikin mobil yang bisa terbang.. tidak sekarang mungkin, mobil yang bisa meloncat.. atau mobil yang bisa berubah jadi robot kaya di transformer terus bisa gendong supirnya menerobos kemacetan.

Apa yang dilakukan Tesla adalah melakukan perbaikan luar biasa pada fitur-fitur dasar sebuah mobil, namun jauuuuuh lebih baik dari kompetitor. Dia bukan main di ranah POD, tapi ia mampu melakukan hal-hal revolusioner diranah POP sampai seolah-olah itu menjadi pembedanya dia.

Jika fitur dasar atau POP sebuah mobil adalah “aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus” maka Tesla melakukan revolusi sehingga menjadi “teramat sangat aman, teramat sangat nyaman, teramat sangat cepat, teramat sangat fisien, model teramat sangat bagusnya”

The Model S saking amannya diberikan skor 5.4 dari skala 5 maksimal untuk safety rating oleh National Highway Safety Administration.
Tesla memenangi buanyaaak sekali penghargaan mobil teraman, ternyaman, terefisien, terindah dan elegan yang biasanya didominasi oleh mobil-mobil berbahan bakar bensin.

Tesla mampu merevolusi dan merombak dunia permobilan listrik, dari yang semula melekat image kalo mobil listrik itu mobil kelas bawah, lambat model mobil dilapangan golf, ribet dan lama ngechargenya, bentuk jelek dan terkesan apa adanya, langsung seketika menjadi mobil yang cepat dan gesit, sangat efisien dan ramah lingkungan dan yang terpenting bentuknya menjadi amat sangat indah, lux, berkelas dan mewah.

Dengan ‘hanya’ merombak fitur-fitur standar sebuah mobil sampai menjadi sebuah keunggulan yang sangat outstanding sehingga mampu mengungguli mobil-mobil lain dikelasnya membuatnya terlihat sangat mencolok dibanding brand-brand mobil yang lain. Bahkan terhadap mobil berbahan bakar bensin sekalipun.

Karena saking jauhnya kualitas TESLA mengungguli produk-produk pesaing-pesaing dikelasnya, sampai akhirnya produk-produknya bisa mengkomunikasikan value nya sendiri.

Elon Musk menyebutkan kalo ia menggunakan ZERO BUDGET untuk marketing. Ia terang-terangan mengatakan kalau ia tidak butuh marketing. Itulah kenapa Tesla tidak punya Chief Marketing Officer (CMO) atau Direktur Marketing, ia juga tidak punya tim Advertising atau periklanan.

Dipertegas oleh AdAge, media yang menyoroti belanja iklan Brand-brand diseluruh dunia dalam salah satu ulasannya “Tesla Motors has no advertising, no ad agency, no CMO, no dealer network. And that’s no problem.” – AdvertisingAge

Bandingkan dengan raksasa otomotif lainnya seperti GM, Mercedes ataupun BMW yang masih membutuhkan dana marketing trilyunan setiap tahunnya untuk memasarkan produk-produknya.

Jika saja Elon Musk diberikan uang 100 juta dollar untuk biaya marketing, maka ia tidak akan pernah menghabiskan uang itu sedolarpun untuk belanja iklan.

Tetapi yang ia lakukan adalah menghabiskan semuanya di Research and Development untuk menjadikan produknya lebih baik.. baik dan makin baik lagi sehinga jauh mengungguli kompetitor-kompetitornya. “Marketing Department” nya Tesla adalah Engineering dan RnD department yang bertugas membuat produk-produk yang jauh mengungguli pesaingnya. Refine..refine and refine.

Terus bagaimana caranya bikin produk-produknya laku terjual, bahkan pabriknya sampai kuwalahan karena kapasitas nya yang jauh dibawah jumlah pesanan yang ia tangani.

TIGA PILAR MESIN PROMOSI TESLA
Mesin promosi Tesla secara garis besar ada di 3 pilar.

PESONA SANG ELON MUSK AKA ‘IRON MAN’
Yang pertama dan paling utama adalah tentu saja dari pesona sang CEO, Elon Musk. Meskipun Tesla gak pernah ngiklan, tapi semua media kepincut untuk mewawancarai sang CEO. Tentang mimpi-mimpinya, tentang proyek-proyek prestisiusnya seperti SpaceX, Solar City dan Giga factorynya, dan tentu saja ujung-ujungnya nyerempet ke Tesla. Jadi kalo kita search di internet kita akan menemukan video interview Elon Musk berceceran dimana-mana. Kalo ditotal-total, semua viewnya bisa sampe ratusan juta view. Itu baru video. Belum lagi artikel-artikel bertemakan biografi maupun wawancara seputar aktivitas Elon Musk. Akan menghasilkan miliaran exposure. Itu kalo pake advertorial atau iklan berbayar sudah habis berapa trilyun ituuh.
Sekedar diketahui, Elon Musk adalah tokoh yang menginspirasi Jon Favreau, sutradara Iron man, menghidupkan karakter Tony Stark. Kalo temen-temen teliti, Musk sendiri pernah menjadi cameo di Iron Man 2 loh.

Elon Musk ini juga terkenal sebagai orang yang sanga dermawan dan baik hati. Kalau saja ia mau serakah, ia akan mengkomersilkan paten-patennya tentang mobil listrik dan menjualnya ke pabrikan-pabrikan besar. Namun ia lebih memilih menggratiskan paten-patennya tentang mobil listrik dan mempersilahkan siapa saja yang ingin mengembangkannya. Ini adalah sebuah kontribusi yang luar biasa buat pengetahuan. Image Elon Musk sebagai orang yang dermawan dan murah hati sangat berperan mengangkat image Musk dan produk-produknya. Selalu ingat prinsip reciprocity. Market juga bisa tergerak secara emosional dengan cara membeli produk kita.

PRODUK YANG MAMPU MENCIPTAKAN ‘DIE HARD FANS’
Kedua adalah kekuatan produk-produk Tesla itu sendiri.
Meskipun tidak pernah ngiklan berbayar, karena terlampau seringnya memenangkan penghargaan, produk-produk Tesla banyak diulas oleh media-media global Internasional. Setiap ada rumor atau isu akan datangnya produk baru, media-media besar macam FastCo, Entreprenuer, TIMES, Forbes, TheGuardian, TechCrunch, dan buanyak lagi lainnya pasti sudah cepet-cepetan mereviewnya. Fitur-fitur apa yang menjadi andalan keluaran seri Tesla kedepannya diulas tuntas tanpa perlu seperpun Tesla membayarnya.

Saking bagusnya produk-produk Tesla sampai ia menciptakan fans-fans yang sangat menggilai produk-produk Tesla. Ada lebih dari 55,000 orang yang keranjingan di grup yang isinya orang yang cinta mati dengan hal-hal berbau Tesla. Mereka tak habis-habisnya bahan berdiskusi dan saling sharing pengalaman menggunakan Tesla. Mereka juga rajin bergosip tentang fitur-fitur keren apa yang akan diusung Tesla di rilisan produk terbaru berikunya. Mereka adalah para advocates produk-produk Tesla yang tanpa dibayarpun rela mati-matian mempromosikan produk Tesla.

Selain itu, para fans yang ter-WOWkan dengan produk Tesla, banyak mengupload postingan-postingan menggunakan produk Tesla di social media mereka. Banyak fans Tesla yang memposting foto dan video dengan ekspresi-ekspresi lucu mengendarai mobil-mobil Tesla. Terutama dari mereka yang menggunakan fitur autonomos atau self driving car. Jadi mobilnya nyetir sendiri, penumpangnya asyik rekam video dan langsung siaran dari dalam mobil. Ini bukan hanya menjadi sebuah ‘testimoni’ tak langsung, namun juga demonstrasi begitu amannya fitur-fitur yang ditawarkan oleh Tesla.

JUAL LAH MIMPI DAN POTONGAN MASA DEPAN
Terciptanya ‘Open Loop’, cerita yang memang sengaja belum dituntas kan membuat Elon Musk terus diburu oleh para jurnalis dan penggila teknologi. Musk adalah sosok teknokrat yang flamboyan. Meskipun ia seringkali gagap saat wawancara dan tidak sepiawai Steve Job dalam melakukan presentasi, namun cerita-cerita cuilan masa depan (slice of the future) yang ia tawarkan selalu menarik untuk dinantikan penggemar-penggemarnya.

Dari pesona proyek-proyek prestisius SpaceX, cargo pengiriman luar angkasa sampai Hyperloop, teknologi transportasi masa depan yang meskipun didarat mampu melesat melebihi pesawat adalah impian-impian Musk yang saat ini juga menjadi impian semua orang didunia.

Cerita penelitian proyek-proyeknya terus dinantikan. Langsung atau tidak langsung, hal ini juga terus mengangkat image Musk dan Teslanya.

SUMMARY AND TAKE-AWAY
Ada banyak cara menciptakan sebuah BRAND yang mampu mengkomunikasikan produknya sendiri. Istilahnya saking bagusnya si CONTENT hingga mampu membangun CONTEXT nya sendiri.

Pertama adalah membuat produk yang bukan sedikit lebih baik, tapi jaauuh lebih baik dari kompetitor. Pasar terlalu lelah untuk mengenali yang biasa-biasa saja. Jika Anda ingin cepat dikenali buatlah yang jauh mengungguli dari rata-rata yang ada dipasar, meskipun fitur yang sama. Dalam konteks neuroscience, hal diatas rata-rata akan efektif menarik perhatian si Amygdala.

Bermain di level POP akan banyak memberi keuntungan pada brand Anda karena dari sisi Neuroscience tidak banyak dibutuhkan effort untuk membangun koneksi antar sel-sel otak yang bener-bener baru. Hanya meneruskan koneksi-koneksi dendrit yang sudah ada diotak. Koneksi yang benar-benar baru akan menimbulkan kecemasan (hormon adrenaline dan kortisol) dan membuat otak audiens cenderung takut dan menghindari spekulasi.

Sedangkan ‘hanya’ menumbuhkan dendrite dari koneksi antar sel otak yang sudah ada akan memberikan efek dopamine, atau efek senang dan bahagia.

Temukan sebuah ‘OPEN LOOP’ atau hal yang bikin penasaran customers tentang produk atau brand Anda. Open loop atau cerita yang belum tuntas inilah yang bikin mereka penasaran dan mau kepoin Anda terus.

Karakter dari si Business Owner memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap produk-produk yang mereka jual. Selalu ramahlah pada orang-orang yang mengajak interaksi Anda. Sering-seringlah berbagi ilmu dan hal apapun yang menyenangkan yang bikin customers Anda selalu tersenyum. Bisa jadi ini adalah sebuah emosional attachment yang kuat yang menjadikan alasan customers Anda membeli dari Anda

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam Nginbound
Saiful Islam


ORANG DEWASA BELAJAR DARI MASALAH

Category : Pelatihan

Pemahaman ini sangat penting, namun jarang diingat oleh rekan-rekan yang bergerak dalam Training.

Bagi sebagian besar Praktisi Training & Learning, peserta akan belajar efektif dari materi yang mereka terima. Kenyataannya, kebanyakan orang dewasa dalam organisasi, belajar bukan untuk menambah ilmu, melainkan untuk menyelesaikan masalah kinerjanya.

Saat Training hanya berfokus pada mengajarkan ilmu di dalam kelas, peserta membutuhkan upaya lebih lagi untuk memikirkan, “Bagaimana saya mengimplementasikannya di tempat kerja?”. Sebelum ketemu jawabannya, mereka keburu ketemu rutinitas kerja harian sehingga kembali ke rutinitas lama.

Kadang Training banyak menyajikan latihan. Sangat bagus jika latihannya semirip mungkin dengan kondisi asli di tempat kerja. Namun itu tentu tak selalu bisa dilakukan karena beberapa keterbatasan. Jika latihannya tidak sama dengan kondisi asli, hasilnya sama seperti sebelumnya, butuh waktu berpikir bagaimana mengimplementasikannya.

Proses belajar terbaik bagi orang dewasa adalah, menghadapi masalah dan menyelesaikannya secara langsung. Belajar sambil bekerja, bekerja sembari belajar. Peserta difasilitasi Learning Coach atau Leadernya untuk dihadapkan pada masalah yang belum terpecahkan, dan diberi wewenang menyelesaikannya sembari didampingi dalam setiap langkahnya. Pendekatan ini dikenal dengan ACTION LEARNING.

Dengan menerapkan ACTION LEARNING, Formal Training kalaupun dibutuhkan, porsinya menjadi lebih sedikit. Memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar untuk persiapan peserta menghadapi masalah yang ada.

Di dalam ACTION LEARNING, proses belajar paling banyak terjadi melalui pendampingan dalam menyelesaikan masalah, dimana selain menghadirkan solusi kongkret, dipandu juga oleh Learning Coach atau Leader untuk merefleksikan learning point-nya.

————-
Ditulis oleh:
SURYA KRESNANDA
Profesional Learning Designer
Author of “Why Training Fails? And What To Do About It”


What Creative Leaders Do?

Category : Artikel

(Apakah yang dilakukan leader-leader yang creative?)

Kadang-kadang saya sengaja mengundang beberapa anak muda (kurang dari 30 tahun) untuk berdiskusi dan makan malam dari mereka.
Kadang-kadang mereka ingin menanyakan sesuatu kepada mereka, tetapi seringkali saya juga belajar banyak dari mereka.
Often, they have a lot of brilliant ideas we can learn from …

Malam itu saya mengundang dua anak muda di Setia Budi One, yang kebetulan dekat dengan kantor saya.
Sebut saja namanya Adi dan Win, dua-duanya bekerja sebagai Marketing Manager (di perusahaan yang berbeda) ….

Sambil melahap soto betawi dan gado-gado kesukaan saya, mereka pun memulai pembicaraan.

“Pak Pam, kami sering bekerja dengan leader-leader di perusahaan kami. Ternyata ada dua macam leader pak.
Ada result based leaders. Mereka ini business performance nya bagus banget pak. Tapi orangnya boring banget pak. Ngomongnya kerjaan melulu.
Pusing deh. Apa lagi kalau kerja dengan Millenial seperti kami. Gak nyambung banget deh pak.
Kemudian ada golongan kedua. Business leader yang fun banget, enak diajak ngobrol, sangat perhatian kepada anak buahnya, bahkan suka nraktir.
Tapi business performance nya hancur. Jadi biasanya baru setahun lebih dikit juga sudah diganti.

Apakah harus begitu sih pak?
Apakah memang untuk menjadi great business leader itu memang orangnya harus boring?
Apakah untuk menjadi good people leader itu memang akan membuat susah perform?
Apakah ada leader yang performance bisnisnya bagus dan juga perhatian sama anak buahnya?”

Anak anak muda itu menanyakan sesuatu yang sangat menarik.
Dan pertama kali mari kita jawab dulu… jawabannya… ADA!
Dan tentu saja da leader yang performance bisnis nya bagus dan mampu memotivasi serta men-develop team membernya.
I have met many of them.
And I am lucky to work for some of them.
I call them creative leaders.

The next question is what do they do differently?
Remember they are not doing different things.
They still work hard to achieve their challenging objectives.
They still make sure they develop and motivate people.
The just do (the same) things differently.

Let’s see what they do .

1. They Change the language

Those creative leaders communicate differently.
Using different methods of communication (email, one to one, post it note, fun meeting, fun team activity, poster on the wall …)
They also use different words , different sentences that make you want to listen to them.
They are fun to listen, they are clear and easy to understand, so the followers have no trouble to follow them.
They dont use complicated words to show off how smart they are, or to test the intellectual skills of their people.
Mereka hanya berbicara dan berkomunikasi dengan jujur dan tulus dari hati ke hati.

2. They Have a lot of ideas

Leader leader yang kreatif itu asyik banget… kita akan enjoy dan have fun kalo kerja sama mereka. Mereka ini punya banyak ide dan suka mencoba coba teknik baru untuk memecahkan masalah.
Idenya gak ada habis habisnya, aneh-aneh, seringkali ditertawakan orang pada awalnya, tetapi kemudian seringkali terasa benar pada akhirnya.

3. Surprise with the obvious

Banyak ide yang pada awalnya terasa obvious. dan kita gak memikirkan , tetapi mereka sempat sempatnya memikirkan idea itu , dan pada akhirnya terasa banget manfaatnya buat bisnis.
Why? Because they take time to think and look at different perspective before they start a task.

4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Since they like to try new things (and they encourage his team to do the same), mereka suka mencoba coba, kadang kadang berhasil, kadang kadang gagal.
Tetapi kalau mereka gagal, mereka akan belajar dari situ, memperbaiki situasi dan segera move on dari kegagalan tersebut.

Remember, they are not just good leaders, they are creative leaders!

Sudah, sekarang gak usah berandai-andai dan bilang,”Seandainya saja saya punya leader seperti itu”
Lebih baik memulai dari diri sendiri dan mencoba menjadi leader yang lebih baik dan lebih creative ….
Remember this is what they do differently …

1. Change the language
2. Have a lot of ideas
3. Surprise with the obvious
4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Let’s apply those in our daily work.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto



MERAWAT LUKA

Category : Artikel

Ditulis oleh :

*Hermawan Gatot Suhendro*

Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *”luka”*, akan terlihat dari hobbynya yang *senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..

Mengenali luka-luka yang masih *”menganga”* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *”penyembuh”* luka yang paling efektif..

Welas Asih itu bisa berupa,

-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..

– Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..

– Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..

– Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..

– *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..

– *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..

– *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..

Sebab,
Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..

Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *”luka”*..

Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..

Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..

Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika “luka” hatinya *sudah tersembuhkan*..

Pertanyaannya,

“Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?”

*Let’s Transform!*

🙏
HGS


Mudahkanlah Mengambil Keputusan

Category : Artikel

Ditulis oleh : Ippho Santosa

Banyak orang yang menunda-nunda untuk memulai bisnis. Mereka menjawab, “Besok-besok. Nanti-nanti.” Sementara waktu terus berjalan, tak terhenti. Padahal, begitu dia memulai, sukses finansial tengah menanti.

Satu lagi. Biaya hidup dan tanggungan hidup terus meningkat. Anak pun masuk SD dan SMP. Asal tahu saja, biaya pendidikan di Indonesia naik 2 kali lipat setiap 5 tahun. Inflasi? Tak bisa ditahan. Biaya umrah? Sama, naik terus. Jelas, menunda-nunda memulai bisnis bukanlah solusi.

Ya, bukanlah solusi. Sebenarnya, tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus pengalaman. Tidak harus sarjana. Tidak harus terkenal. Tidak harus kaya. Tidak harus ini-itu.

Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu. Jangan salah, memilih dan membuat keputusan itu perlu keberanian. Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Dan inilah saran saya kepada entrepreneur serta calon entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan ‘jatah gagal’. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Kalau sudah berumur? Nggak masalah juga. Asalkan Anda punya semangat, keberanian, dan kecepatan.

Ingat. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar dan bisa menghasilkan uang. TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS produksi sendiri, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Anda cukup menguasai WA Marketing, FB, dan IG. Itu saja. Tapi sungguh-sungguh ditekuni. Maka hasilnya akan lumayan, bahkan sangat lumayan. Insya Allah. Apapun produknya apapun industrinya. Pada akhirnya, selagi muda berbisnislah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.


NLP CLASS 24-25 NOVEMBER 2018

Category : Artikel

2 DAYS WORKSHOP

“NEO NLP PRACTITIONER”

✳ Program ini dirancang bagi Anda yang ingin memahami NLP secara cepat tidak meninggalkan aspek-aspek penting dalam pembelajaran NLP.

⭕ Secara garis besar Anda akan belajar dan menguasai :

✔ Cara untuk mengakses dan membangun Sumber daya Pribadi Unggul untuk selalu berada dalam performa puncak

✔ Bagaimana bisa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah menyerah dalam pekerjaan, bisnis, dan kehidupan

✔ Berbagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas pesan, Kemampuan Membangun Relasi dan Keakraban, membaca bahasa tubuh orang lain

✔ Berbagai teknik komunikasi yang akan membantu Anda dalam memenangkan Negosiasi

✔ Membaca tombol motivasi orang dan pergerakan bola mata lawan bicara

✔ Mendapatkan apa yang Anda inginkan dari Orang Lain

✔ Berbagai teknik yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari rasa takut, emosi negatif, menginstall kebiasaan baru, menghilangkan phobia.

✔ Teknik memaknai ala Lesly Cameron (pakar terapi dunia) sehingga anda bisa tetap tersenyum dalam kesulitan apapun

Sabtu – Minggu, 24 – 25 Nov 2018

Jam 09.00 – 17.00 WIB
Maple Hotel Grogol
Jl. Daan Mogot Dalam Kali Sekretaris No.55, RT.5/RW.1, Tj. Duren Utara, Grogol petamburan, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

INVESTASI

Biaya Pelatihan Normal (Pada hari H) : Rp. 3.500.000

Harga Spesial : Rp.1,500,000,-(Bagi 5 Pendaftar Pertama)

Fasilitas Pelatihan :

  • Sertifikat NNLP Practitioner dari Neo NLP Society
  • Modul Pelatihan dalam Bahasa Indonesia
  • Makan dan Coffee Break selama pelatihan
  • Pendampingan setelah pelatihan selesai

Alasan Utama Mengapa Anda Harus Ikut Workshop Ini ?

👉 TRAINER EXPERT

Anda akan belajar bersama trainer berpengalaman dengan jiwa kreatif dan terus berinovasi dalam mengembangkan keilmuannya.

👉 APLIKATIF

Strategi pembelajaran yang diajarkan sudah terbukti dan telah dipraktikkan di berbagai segmen kehidupan sehari-hari.

👉 TERSERTIFIKASI

Anda akan belajar bersama trainer yang telah memiliki jam terbang yang tinggi serta bersertifikasi baik nasional maupun internasional

👉 TRAINING CONCEPT

Setiap kelas hanya dibatasi maksimal 10 orang, sehingga proses pembelajaran bisa lebih optimal.

👉 LEARNING BY DOING

Sistem pelatihan “learning by doing” serta berdasarkan pengalaman trainer sehingga efek pembelajaran akan lebih mudah diserap

👉 JAMINAN KEPUASAN

Diberikan bimbingan dan pendampingan setelah selesai workshop hingga mahir serta DIPERSILAHKAN RE-SEAT sebagai jaminan kami bahwa Anda harus merasa puas.

www://nlpmurah.com

📣 BONUS Voucher Pelatihan Sertifikasi International NLP Practitioner senilai Rp. 1.500.000,-


THE LIGHT AT THE END OF THE TUNNEL

Category : Artikel

(Pada saat anda sedang dalam masalah yang berat, dan lama, teruslah berusaha, teruslah bekerja, dan suatu saat PASTI anda melihat
cahaya di ujung terowongan itu)

Pagi itu Bayu terlihat lesu. Dan dia menceritakan nasibnya pada saya sambil breakfast di sebuah cafe di SetiaBudi One sebelum saya ke kantor.

Lima tahun yang lalu, Bayu sedang mengalami perkembangan pesat dalam kariernya. Pada usia muda dia sudah menjadi Marketing Manager di sebuah perusahaan MultiNasional yang terkenal.

Kemudian dia memutuskan untuk resign dan memulai usahanya sendiri. Dia membuka sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing, yang memang menjadi core competence nya. Usaha yang dirintis kecil-kecilan ternyata berkembang pesat, bahkan Bayu berhasil merekruit 20 karyawan.
Mereka berjiawa muda, dinamis, sangat menguasi digital marketing dan mengert apa yang diperlukan customer mereka. Maka order-order besar pun berdatangan.
Bayu enjoy his life sebagai enterpreneur bahkan seringkali diundang sebagai pembicara di seminar-seminar besar.

Kemudian ….
ternyata kompetisi
makin keras. Banyak pesaing yang memasuki bisnis ini (dengan product yang lebih bagus dan harga yang lebih murah!), bahkan pemain asing pun berdatangan memperebutkan “kue” yang sama.

Bisnis Bayu pun mulai menurun, terus menerus dan sejak dua tahu lalu mereka tidak berkembang lagi, hanya hidupnya dari orderan customer lama yang makin lama makin mengecil.
Hidup segan mati tak hendak, adalah pepatah yang tepat menggambarkan suasana bisnis saat ini.

Bayu pun terus menerus berusaha. Semakin mendekati customernya, menciptakan product baru, menggunakan digital platform baru, merecruit karyawan dengan kompetensi baru. Semuanya sudah dilakukan.
Dan ternyata miracle belum juga tiba, sampai hari ini.

Dan pagi itu Bayu datang dengan lesu, stress dan percaya dirinya mulai pudar perlahan – lahan.
“I dont know what to do anymore. I am good. I am one of the best. Graduated from best University. Great Index Prestasi. Worked in the best company. Had international experience. And now? Nothing !!! What should I do?”
Dia hampir menangis menceritakan nasibnya.

Bayu sedang berada di dalam terowongan gelap, dan dia sudah cukup lama di dalam terawangan, bahkan dia belum melihat cahaya di ujung terowongan …., jadi akibatnya dia hanya melihat kegelapan yang gulita. Pantas lah kalau Bayu agak frustasi dan stress .

Dan hal ini sering terjadi, baik untuk career maupun bisnis kita.
Bayu sedang mengalami itu dalam karienya. Beberapa perusahaan juga mengalami penurunan performance karena persaingan yang keras dan macro economy yang tidak mendukung.
Hidup, karier dan bisnis adalah perjalanan naik toller coaster. Kadang kita naik , kadang kita turun.
That’s life thatbwe face now …

Cerita ini mengingatkan saya kepada seorang teman saya yang lain . Sebut saja namanya Jeremy, teman saya juga 10 tahun lalu waktu saya bekerja di Singapore.
Jeremy adalah orang Amerika, kolega saya dalam bidang HR. Suatu saat dia harus kembali ke Texas karena dia harus mengurus ibunya yang sakit kanker (dan akhirnya meninggal 3 tahun lalu).
Dan sejak Jeremy pulang, dia pun sibuk mencari pekerjaaan. Tetapi waktu itu kayaknya ada krisis yang melanda Amerika yang membuat Jeremy susah sekali mencari pekerjaan dalam bidang HR (di mana dia sangat expert). Hampir sama seperti Andy tadi.
Bedanya setelah 1-2 tahun Jeremy tidak menemukan pekerjaannya juga, Jeremy mencoba menemukan passion dan strength yang lain. Dan dia teringat bahwa dulu dia hobby beracting dan maun theatre. Dia dalami lagi dunia acting. Dan sekarang Jeremy sering tampil menjadi pemeran pembantu dalam beberapa film seri seperti NCIS, Criminal Minds ..etc.

Voila! Jeremy did it right. Saat anda berada di terowongan panjang
Anda harus terus berjalan
mencari cahaya terang
Terus berlari, berjalan dan bergerak
Jangan putus asa
Jangan terdiam
Teruslah bergerak, berjalan dan berlari. Pada saat perusahaan anda sedang mengalami decline of performance … seluruh perusahaan harus berusaha mencari inisiatif baru, berinovasi dan bekerja keras agar performance naik lagi
Apa yang harus anda lakukan? Apa yang harus anda lakukan seandainya anda (atau bisnis anda) sedang berada di

Seperti Jeremy yang mencoba karier di dunia acting, anda juga harus mencoba mencari strength yang lain. Sama perusahaan anda juga harus berusaha mencari sumber pendapatan lain di luar product yang selama ini diandalkan …

Lengkapnya kita ikuti langkah-langkah di bawah ini …

1. REEVALUATE YOUR STRENGTH
Coba gali potensi anda , pasti anda punya kelebihan kelebihan lain yang mungkin tidak tergali.
Mungkin saja anda jago dalam
– berorganisasi
– berkomunikasi
– influencing others
– berdagang
– utak atik computer system
– bahasa asing lain
– …etc
Seperi Jeremy yang mencoba menggali potensinya selain di HR, dan akhirnya ketemu dalam bidang acting.

2. SHARPEN YOUR SHAW

Asahlah gergaji anda. Maksudnya asahlah kompetensi anda. Belajarlah lebih banyak lagi. Baik secara teori maupun praktek. Bekerjalah untuk sukarelawan dan tanpa dibayar, asalkan pekerjaannya menarik dan membuat anda belajar lebih banyak!
Jangan hanya berdiam dan meratapi diri.

3. LOOK, LISTEN, READ, OBSERVE, LEARN
Perhatikan trend yang sedang terjadi. Bidang apa yang sekarang menjadi trend. Bidang apa yang akan menjadi trend di masa depan. Mulai belajar .
Kan sekarang ada waktu buat belajar?

4. REACH-OUT: USE YOUR NETWORK, HELP THEM

Connect lagi dengan networking anda. Dikusikan. Nah , di sini ingat satu hal yang penting. Jangan minta pekerjaan ke mereka. Bayangin, temen anda sudah lama gak ketemu dengan anda, eh ketemu ketemu anda butuh bantuan. Dia akan gedheg!
Justru anda harus mencoba bertanya apa yang anda bisa bantu. That’s networking!
Barangkalai saja ada hal hal yang anda bisa bantu secara sukarela (dan tidak dibayar). Mungkin proyek kecil, mungkin penelitian, mungkin CSR atau apapun that you can help.
By doing that, anda nggak akan nganggur, anda bertambah pengalaman, dan anda bertambah network anda.

5. CREATE YOUR OWN OPPORTUNITY
Ingat seringkali opportunity tidak datang. And that’s ok. You have to create your own opportunity !
Ciptakan kesempatan anda sendiri. Bisa dengan memulai bisnis baru. Bisa dengan menciptakan product baru. Bisa mempelajari consumer behavior dan mencari atau menciptakan sesuatu yang dibutuhkan mereka.
Bayu is good, lulusan terbaik dari universitas terbaik. Gunakan kompetensi itu dong untuk create something new yang akan membuka peluang baru.

6. BE PERSISTENT, THE LIGHT WILL COME

Jangan terlalu khawatir secara berlebihan. Yakinlah bahwa suatu saat masa masa sulit akan berlalu. Bersiaplah. Berusahalah. Belajarlah. Bekerjalah. Tetapi tetap jangan lupa bersenang-senang dan enjoy life secukupnya.
The most important thing is being persistence and perserverance no matter how difficult your situation is.
Keep fighting, and you will see the light in the end of the tunnel.

Ingat, kalau anda sedang berada di terowongan gelap, coba terapkan keenam hal ini:

1. REEVALUATE YOUR STRENGTH
2. SHARPEN YOUR SHAW
3. LOOK, LISTEN, READ, OBSERVE, LEARN
4. REACH-OUT: USE YOUR NETWORK, HELP THEM
5. CREATE YOUR OWN OPPORTUNITY
6. BE PERSISTENT, THE LIGHT at the end of the tunnel WILL COME

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto