Author Archives: DermawanMgt

MANA YANG DIBUTUHKAN BISNIS ANDA.. GIMMICK ATAU TAKTIK?

Category : Artikel

Sales Tricks atau trik-trik penjualan adalah cara-cara untuk mempengaruhi pelanggan agar lebih cepat melakukan closing sales atau pembelian dengan mengeksploitasi sisi psikologis pelanggan.

Bisa dibilang pelumas “closingan” lah..
Kalo di break down lagi TRIK sendiri bisa macam-macam jenisnya. Ada yg benar-benar based on research atau penelitian yg sifatnya sangat ilmiah dan komprehensif, ada juga yang based on best practice saja.
Best practice artinya memang berdasarkan pengalaman dari sang mentor.

Dua-duanya mestinya saling mengisi dan melengkapi.
Teori aja tanpa sentuhan praktisi akan hanya sampai di awang-awang aja. Bakalan susah diimplementasikan.

Kalo best practice aja tanpa adanya kajian ilmiah juga kental dengan unsur subyektivitas sang mentor. Bisa gampang menggeneralisasi atau menyederhanakan atau menggampangkan persoalan.

Kebanyakan kasusnya untuk bisnis yg memiliki tipikal customer yg sama dengan bisnis si mentor probabilitas keberhasilannya lebih tinggi ketimbang yg bisnisnya berbeda. Tapi jika bisnisnya beda, kadang terlampau dipaksakan.

Nah misal kasus GIMMICK dan TAKTIK..
Misal ada pertanyaan?
Gimana cara bikin rame warung?

Gampang, kasih BOM aja..
Bikin aja gratis 1000 porsi bayar pake doa pasti deh rame dan laris seterusnya.

Waitt..
Itu namanya GIMMICK. Dan gimmick itu sifatnya sangat spesifik dengan segmen target market dan range waktunya jangka pendek aja.

Untuk target market menengah bawah yg lumayan sensitif harga trik seperti ini lumayan efektif.
Tapi untuk segmen pasar kelas atas gak akan mempan dengan gimmick-gimmick seperti ini. Nyari diskonan atau gratisan sama dengan mempertaruhkan harga diri mereka.

Masih lebih efektif mengundang selebritas papan atas untuk hadir di grand opening resto tersebut.. dan Anda menjual paket gala dinner dengan sanga artis dengan bandrol 5x lipat dari harga normal.
Gakpapa mahal tapi gara-gara makan semeja bareng artis papan atas harga diri mereka terkerek habis-habisan. Pamer di Instagram, bikin insta story “with” artis pujaan itu sesuatu.

Makanya jangan gampang copas..

Tapi selalu berangkat dengan mendalami dulu bisnis Anda. Habis itu baru menentukan GIMMICK dan TAKTIK yg sesuai dengan karakter bisnis kita.

Terus apa bedanya GIMMICK sama TAKTIK?

Singkatnya adalah senagai berikut..
Gimmick hanyalah umpan atau pancingan..

Follow up nya dengan Taktik

Gimmick tanpa di follow up.. seperti kita kasih umpan ke ikan tapi gak ada kailnya

Hanya buang-buang uang aja

Rangkaian Taktik-taktik yg terangkai rapi menjadi sebuah sistem akan menjadi sebuah strategi

Hal yg perlu Saya tekankan ke teman-teman.. bahwa Psychological Sales Tricks meskipun dia memanipulasi psikologi market dalam melakukan penawaran.. namun muaranya tetap balik lagi ke produk teman-teman

Yang pertama dan utama, kita harus memastikan dulu kalau kita memang memiliki PRODUK YANG BERKUALITAS

Dengan tingkat kepuasan yang tinggi

Jika kita bisnis kuliner.. pastikan memang kita tidak bermasalah dari masakannya..
rasa dan tampilan

Artinya jika orang menyantapnya experience nya harus positif dulu

Jangan sampe kita sudah mendatangkan banyak orang.. banyak traffic ke cafe kita.. namun mereka pulang dengan kecewa

Menggunakan gimmick dan taktik hanya akan memperbanyak orang yg kecewa

Pas pulang ngisi acara di Samarinda Saya pernah dicurhati oleh salah satu peserta

Coach.. Saya punya produk Susu Kurma, produk ini sempat booming, laris manis…

Kita boosting iklan dimana-mana

Pembelinya banyak

Tapi..itu hanya berlangsung seminggu aja

Setelah itu sales terjun bebas..turun drastis

Saya diminta cari tau kenapanya

Kebetulan sehabis ngisi acara Saya dikasih bingkisan sama dia.. isinya beberapa botol produknya dia.. Susu Kurma

Habis buka puasa Saya coba satu botol.. enak.. segerr.. susunya segar, aroma kurmanya juga terasa

Perjalanan ke Balikpapan buat transit sebelum terbang ke Malang Saya mikir..kenapa ya??

Produk bagus.. kemasan bagus

Malam.. sambil kasih webinar Saya minum lagi.. enak loh..

Pagi Saya terbang ke Surabaya lanjut perjalanan ke Malang..

Sampai di Malang gak langsung pulang, lanjut jalan-jalan sama anak istri ke Batu

Sampe rumah udah malam langsung tepar

Kebangun pas sahur..

Langsung inget.. oh iya aq masih ada beberapa botol susu kurma di tas

Saya kasih ke istri buat di cobain

Dan pas dibuka..langsung ngojoss dan berbusa

Mirip kaya Sprite habis dikocok

Sudah gak bisa diminum lagi

Ketauan kenapa sebabnya

Disitu tidak ada notifikasi tahan berapa lama.. tapi ternyata gak bertahan lebih dari sehari setengah

Pesen Saya nomer satu.. beware of your product quality..

Dan user experience

Karena sekali memicu bad experience di pelanggan.. model gimmicks dan tricks secanggih apapun tidak akan mampu memulihkan

Namun sebaliknya..

Jika value produk kita sangat kuat

Manfaatnya jelas..

Gimmick and Tricks akan MELEVERAGE atau mendongkrak value tersebut

Sesuatu yang ENAK AJA..bisa jadi ENAK BANGET dalam persepsi pelanggan.

Yang ENAK BANGET bisa jadi Unfotgettable Experience..

Customer bisa Overrated

Okay semoga teman-teman mampu mendesain sales taktik terbaik untuk produk Anda

Salam Nginbound,
Saiful Islam

*Repost ulang*


PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI

Category : Artikel

PT Sariwangi AEA yang melahirkan teh Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat pada Selasa 16 Oktober 2018. Perusahaan yang didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 ini terlilit hutang lebih dari satu trilyun rupiah. Apakah ini berarti kita tidak bisa menikmati teh celup Sari Wangi ?

Ternyata, pada tahun 1989, brand Sari Wangi sudah dibeli oleh Unilever. Sekali lagi ingat ya, yang dibeli adalah brand Sari Wangi bukan PT Sari Wangi AEA. Dengan kata lain, PT Sari Wangi tetap memproduksi dan mensuplai teh Sari Wangi ke Unilever namun brand Sari Wangi sudah menjadi milik Unilever.

19 tahun kemudian, tepatnya awal tahun 2018, Unilever memutuskan kontrak dengan PT Sari Wangi AEA untuk mensuplai teh Sari Wangi ke Unilever. Entah darimana Unilever mendapatkan suplai penggantinya, yang jelas produk Sari Wangi masih tersedia di pasaran. Dan bulan ini, PT Sari Wangi dinyatakan pailit. Menariknya, teh Sari Wangi akan tetap ada di pasaran karena pemilik brandnya yaitu Unilever masih tetap berdiri. Bangkrut perusahaan yang melahirkannya bukan berarti “mati” produknya.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kejadian ini.

Pertama, brand itu sangat penting. Bahkan harga brand boleh jadi lebih mahal dibandingkan dengan aset fisik yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Orang-orang yang cerdas dan berakal sehat akan fokus membangun brand dan intangible aset lainnya. Dalam bahasa pengembangan diri, brand itu sama dengan reputasi diri.

Dengan reputasi inilah kita bisa memiliki pengaruh yang semakin meluas, harga Anda semakin mahal. Reputasi yang baik juga akan menyelamatkan kita saat kita gagal dan terpuruk. Bangunlah reputasi Anda semakin tinggi, semakin kuat dan semakin mengakar.

Kedua, seriuslah membangun bisnis yang tidak akan merugi. Adakah bisnis yang dijamin tidak akan rugi? Jawabnya, secara spiritual, ada. Dalam kitab suci agama saya, Al Quran surat Faathir ayat 29 dinyatakan “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Quran), mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dengan diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.

Jadi secara spiritual, ada tiga bisnis yang dijamin tidak merugi yaitu: membaca Al Quran, mendirikan shalat, dan bersedekah. Silakan Anda perdalam dengan bertanya tafsir surat ini kepada ustadz Anda. Setiap ada berita bisnis yang bangkrut saya selalu teringat ayat ini. Seyogyanya, sebagai pebisnis atau sebagai profesional, Anda tidak boleh meninggalkan perniagaan ini. Tentu bagi Anda yang beragama Islam.

Ketiga, kurangi nafsu berhutang. Nafsu untuk membesarkan bisnisnya, membuat management PT Sariwangi AEA pada tahun 2015 memutuskan untuk meminjam uang kepada 5 bank yaitu HSBC, ICBC, Rabobank, Panin dan Commonwealth. Ternyata proyek yang mereka kembangkan dengan dana pinjaman ini hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Akhirnya, perusahaan yang sudah berdiri setengah abad lebih tidak sanggup membayar dan dinyatakan gulung tikar.

Jangan demi gengsi dan gaya hidup, Anda rela berhutang kesana-kemari, apalagi gali lubang dan tutup lubang hanya karena Anda ingin terlihat menjadi orang yang terpandang. Hidup bersahaja justeru menambah dan meningkatkan reputasi Anda.

Keempat, lakukan evaluasi efektifitas jalannya bisnis kita secara bertahab, sehingga step by stepnya pertumbuhan atau ketidak bertumbuhan segera terdeteksi, sehingga langkah prioritas dan solutif perbaikan dilakukan sedini mungkin.

Sari Wangi memberikan pelajaran “wangi” kepada kita bahwa brand atau reputasi nilainya sangat tinggi, kita jangan terjebak dalam kubangan hutang tiada henti, dan bersegeralah evaluasi bertahab efektifitas jalannya bisnis dan aktif menjalankan perniagaan yang tiada merugi yang keuntungannya bisa dibawa mati.

Salam SuksesMulia

Oleh : Jamil Azzaini (CEO Kubik Leadership)


TUGAS PEMIMPIN

Category : Artikel

Tugas pemimpin hanya ada 2:
1. Lead by example
2. Get result

Isyarat terbaik dari seorang pemimpin adalah tanggung jawabnya. Ekspresi terbaik dari seorang pemimpin adalah kemenangannya.

Tidak ada organisasi tanpa kepemimpinan.
Tidak ada kepemimpinan tanpa destinasi dan direction.

Tidak ada target tanpa eksekusi.
Tidak ada eksekusi tanpa disiplin.
Tidak ada disiplin tanpa keteladanan.

Tidak ada keteladanan tanpa hasil.
Tidak ada hasil tanpa ilmu.
Tidak ada ilmu tanpa kerendahan hati.

Tantangan organisasi adalah kompetisi.
Organisasi lahir untuk berkompetisi.
Punya power to compete dan power to win.

Tugas organisasi adalah punya kapasitas berkompetisi dan membangun kemampuan berkompetisi untuk MENANG atau PUNAH.

Apa pilihanmu?
Jangan IZINKAN MUSUHMU menuliskan sejarahmu.

Ditulis,

Imam Elfahmi



PAW

Category : Artikel

PAW

Kepada para sute dan sumoi. Sekedar mengingatkan bahwa setiap jurus perlu dilatih terus-menerus mengikuti perputaran matahari. Termasuk pula, jurus ceker yang sudah kita pelajari seratus purnama yang lalu. Kepada pada suheng dan suci mohon izin dan perkenan.

Seperti juga berbagai jurus dahsyat lain dalam dunia kang-aw, Jurus Ceker yang merupakan jurus lwee-kang ini juga punya satu pantangan. Jika pantangan ini dilanggar, maka kedahsyatan Jurus Ceker ini akan hilang. Locianpwe menjadi tidak sakti lagi.

Pantangan itu adalah kata “tapi”. Kata “tapi”, akan membuat gerakan Locianpwe menjadi sekedar tindakan gwa-kang semata. Maka, selama memahami jurus yang sangat dahsyat ini, hapuslah kata “tapi” dari cin-keng Locianpwe. Lalu bolehlah Locianpwe buktikan, di sepanjang sisa tulisan yang waktu cernanya tak lebih dari sepeminuman teh ini, Locianpwe tidak akan menemukan kata “tapi”.

Dalam bahasa Inggris, “ceker” (atau tapak yang ada cekernya) disebut dengan “paw”. “PAW” terbentuk dari tiga huruf yaitu P.A.W. Jurus ini sangat ampuh untuk mencapai impian Locianpwe. Mari kita pelajari Jurus Ceker yang lebih hebat dari kim-hoat ini, mumpung malam masih hay-sie. Menurut pribadi pinto, Locianpwe mestilah mendalami jurus ini. Pinto yakin Locianpwe semua bertulang baik.

P – Possibility

Sengaja atau tidak, kita sering merancukan “kemungkinan” dengan “kemampuan”. Kita sering merasa “tidak bisa” atau “tidak mungkin” padahal sebenarnya hanya “tidak tahu caranya”. Kita semua punya keterbatasan fisik, dan justru biasanya kita tidak tahu apa saja batas-batas itu. Kita tak akan pernah tahu batas-batas itu, sampai kita mencapai batas-batas itu.

Sesungguhnyalah, Locianpwe tidak dapat membuktikan apa-apa yang negatif, misalnya “saya tidak bisa”. Maka, Locianpwe juga tak akan bisa membuktikan “ketidakmampuan”. Sebab Locianpwe adalah Locianpwe. Paling-paling, Locianpwe hanya bisa mengatakan “saya belum mencapainya”. Sejarah kang-aw telah membuktikan ribuan kenyataan; apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

A – Ability

Locianpwe mungkin sering membatas langit dengan langit-langit. Locianpwe sangat percaya bahwa sesuatu adalah tidak mungkin Locianpwe lakukan. Ketahuilah, bahwa “beliefs are not facts”. Belief yang benar adalah: Locianpwe belumlah sampai ke batas kemampuan Locianpwe sendiri!

Janganlah Locianpwe membiasakan mulut mengatakan “tidak bisa” sekalipun pikiran Locianpwe memang mengatakannya. Paling tidak, tunda itu kata-kata. Sebab, itu sama dengan Locianpwe meminum cuka.

Rata-rata pendekar persilatan, baik utara maupun selatan, lebih siap untuk meyakini keburukan dalam berbagai hal yang mereka lakukan, ketimbang meyakini kemampuan. Alasannya, mereka mau rendah hati. Padahal, jika Locianpwe lebih mau meyakini kemampuan Locianpwe, itu bukanlah sombong maksudnya. Meyakini kemampuan bukanlah sikap pamer, dan sebaliknya rendah hati bisa jadi mengafirmasi ketidakmampuan.

Sombong itu jelas salah, dan merendahkan diri sendiri justru identik dengan memakai jubah keterbatasan. Dampaknya adalah memperjelas dan memperbesar kelemahan. Gantilah kata “tidak” dengan kata “belum”. “Tidak bisa” menjadi “belum bisa”. Sebab selagi hidup, Locianpwe pastilah punya waktu untuk berlatih silat.

Jangan pernah “beralasan di muka”, bertanggungjawablah dengan impian jika Locianpwe memang benar mengimpi-impikannya. Beralasan di muka adalah sama dengan merencanakan kegagalan Locianpwe sendiri. Atau, lebih baik katakan saja, bahwa Locianpwe memang tidak menginginkannya.

W – Worthiness

Apakah Locianpwe merasa “berhak” untuk impian Locianpwe? Hanya Locianpwe sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Itulah inti dari Jurus Ceker yang dahsyat ini.

Setelah Locianpwe menetapkan tujuan, sasaran, atau impian, Locianpwe langsung bisa melatih Jurus Ceker ini, lalu tulislah yang berikut ini di dalam cin-keng Locianpwe:

Impianku ini mungkin dicapai.
Aku memiliki kemampuan untuk mencapainya.
Aku berhak mencapai impianku ini.

Jika terkait dengan tiga kalimat di atas, sekarang atau nanti, Locianpwe merasakan perasaan yang tidak enak, maka Locianpwe punya dua hal yang pasti; yaitu kendala dan keragu-raguan. Temukanlah solusinya dan habisi keragu-raguan Locianpwe.

Semoga bermanfaat, pinto undur diri.

Ciangkun Tayhiap MI-E.D.A.N.

Ikhwan Sopa,

* Disarikan dari:
“The NLP Workbook” by Joseph O’Connor