Author Archives: DermawanMgt

MENJAGA dan MENINGKATKAN SEMANGAT HIDUP

Category : Artikel

(KEEP YOUR PASSION, AS LONG AS YOU LIVE)

Lelaki yang saya kagumi itu berusia 83 tahun. Masih bekerja sebagai dokter umum yang praktek sehari-hari, seorang expert dan pembicara masalah kedokteran di beberapa seminar nasional, dan bermain golf secara teratur setiap minggu. Di Bogor para pasiennya memanggil beliau Dokter Sudradjat, dan banyak yang berobat ke beliau turun temurun dari kakek neneknya, orang tua, anak hingga cucunya.

Saya sering berjumpa , ngobrol dengan beliau dan mengagumi semangat hidup beliau pada usia 83 tahun yang masih semangat hidup, menjaga badannya dan memiliki kesehatan yang prima. Wow!

Banyak yang baru berumur 50 tahun dan sudah merasa bahwa semangatnya sudah pudar, menunggu pensiun dan ogah-ogahan menjalani hidup.
Padahal kata orang Jawa “urip kuwi urup”, it means, life it is only worthed if you have a fire inside you. Hidup ini hanya bermakna apabila ada bara api di dalam semangat hidupmu. Kalau hidup tidak bersemangat lagi, lama lama kita ogah-ogahan menjalani hidup, performance kerja menurun, stamina menurun, kesehatan menurun dan kita hanya menunggu ajal tiba, hidup segan mati tak hendak.

Padahal masih banyak yang mencapai prestasi prima di usia senja.

– Astronot John Glenn pergi ke ruang angkasa , usianya 77
– Colonel Sanders memulai bisnis KFC, usianya 65
– Ronald Reagan, memulai karier politik di usia 55
– Ray Kroc memulai bisnisnya di Mac Donald, usianya 52 tahun
– Nelson Mandela menjadi presiden di usia 75 tahun

Dan itu hanya sejumlah kecil contoh orang-orang yang masih bersemangat membara di usia senja. Tidak ada yang tidak mungkin!

Seperti halnya Dokter Sudradjat, yang masih bersemangat menjalani hidupnya:
– setiap pagi masih berolahraga,
– setiap hari masih belajar , membaca dan mengupdate ilmunya
– setiap hari masih bekerja dan melayani pasiennya
– secara teratur masih main golf dan membina networking dengan koleganya
– secara teratur masih menjadi pembicara seminar dan sharing ilmu yang dimilikinya
Can we do that?
Can all of us do that when we will be 83 years old or even more?

Kuncinya adalah pada menjaga semangat hidup, menjaga bara api yang menyala dalam jiwa kita untuk selalu memperbaiki diri kita , setiap hari. Keep and increase the fire of your passion inside your heart! Ada yang berhasil melakukannya seperti contoh-contoh di atas. Tetapi ada juga yang setelah usianya mencapai angka tertentu mulai pasrah dan bilang,”Saya kan sudah tua. Saya kan sudah tidak muda lagi. Ya saya sekarang tidak usah “ngoyo”
Heiyyyy!!!
Ada kata bahasa jawa “ngoyo” (dengan huruf o diucapkan seperti o nya orang Jawa mengucapkan kata “Suharto” atau “Sukarno”).
Kata itu artinya sangat bagus dan sangat positive, yaitu persistence.
Tetapi seringkali kata itu diterjemahkan negative dan dikonotasikan menjadi ambisius. Padahal “ngoyo” atau persistence itu dibutuhkan pada saat kita harus bekerja keras mengejar cita-cita. Tanpa “ngoyo”, mereka mereka dalam cerita di atas tidak akan pernah mencapai cita-cita mereka.
So, lets “ngoyo”, lets be persistence and perserverance, to achieve what we aim for!
Tentu saja harus ngoyo,
persistence dan perserverance dengan juga banyak berdoa dan pasrah diri kepada Yang Maha Kuasa.
Tetapi tetap saja sambil berdoa kita juga harus berusaha dan bekerja keras.

Dan bagi kita semua, apakah millenial, 30-an, 40-an, 50-an atau bahkan 80-an atau 90-an sekalipun, tentunya sangat penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat hidup kita, kan?
bagaimana caranya?

Kita coba ikuti beberapa langkah di bawah ini :

a) What is your passion?

Dalam cerita di atas, Pak Dokter di atas sangat passion dengan dunia kedokteran yang dijalaninya, banyak belajar dan banyak sharing ilmunya.
Saya punya passion dalam leadership dan people development.
Ronal Reagan punya passion dalam politik.
Coloner Sanders punya passion dalam bisnis ayam goreng.
What is your passion?
Cari bidang yang anda benar benar suka, dan anda akan menikmati mempelajari dan mendalaminya, sampai mungkin anda nggak tahu bedanya belajar, bekerja dan main main.

b) Have a Goal, Keep Alive

Set your objective. Apa yang anda ingin capai dalam bidang itu. Pak Dokter di atas ingin menjadi pembicara kedokteran.
Saya ingin menerbitkan tiga buku trilogy untuk personal development.
Semua orang harus mempunyai cita cita yang ingin dicapai. The dream that will keep you alive!

c) Keep Learning, Keep Sharing

Teruslah belajar, dua arah!
Artinya belajar sebanyak-banyaknya (dari buku, internet dan dari orang lain).
Tetapi juga membagikan ilmu anda kepada orang lain, melalui pembicaraan, diskusi, menulis buat orang lain atau menjadi pembicara event-event public.

d) What you can do to help others?

Apa yang bisa anda lakukan untuk membantu orang lain? Secara gratis dan sebagai amal baik anda tanpa mengharapkan imbalan apapun. Ini akan membantu meningkatkan dan menambah hidup anda, sampai kapanpun nanti. Hidup anda jadi lebih bermakna, untuk anda , untuk keluarga anda dan untuk sesama!

e) Reward yourself, pamper yourself

Jangan lupa untuk menghargai, mengapresiasi, dan memberikan reward kepada anda sendiri.
Anda sudah bekerja keras dan berusaha. You deserve your own reward.

Jadi ingat, untuk terus menerus menumbuhkan dan meningkatkan semangat hidup anda , pikirkan dan coba terapkan beberapa langkah di bawah ini …

a) What is your passion?
b) Have a Goal, Keep Alive
c) Keep Learning, Keep Sharing
d) What you can do to help others?
e) Reward yourself, pamper yourself

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto


JANGAN MENULIS RESOLUSI AWAL TAHUN

Category : Artikel

JANGAN MENULIS RESOLUSI AWAL TAHUN
(Do not write your new year resolution)

Pagi itu Farah menyapa saya melalu WhatsApps.
“Apa kabar , mas?”
Setelah beberapa kali berbasa-basi, Farah menanyakan bagaimana dia harus menuliskan resolusi tahun barunya.
Wajar, banyak yang menggunakan akhir tahun sebagai media untuk mereflexikan diri selama 12 bulan ke belakang dan menuliskan resolusi untuk tahun depannya.

Ok, pertama , memang sangat bagus untuk merefleksikan diri dan melakukan kilas balik tahun ini. Jadi sekarang , coba ambil kertas putih dan pulpen, tuliskan:

a) Apakah lima hal, yang paling bangga anda lakukan selama dua belas bulan terakhir ini.
Tuliskan five of your greatest achievement. What you are proud of. Lima saja. Kemudian, tuliskan bagaimana anda bekerja keras, mempersiapkannya dan mencapai achievement tersebut.
That’s the area that you need to keep doing.
But also, do not forget to congratulates yourself for those 5 great achievement.

b) Kedua, tuliskan lima kegagalan anda, hal-hal yang menurut anda masih bisa diperbaiki.
Tuliskan juga why you fail?
Dan apa yang anda bisa lakukan next time? What can you do differently next year?

Kedua hal itu adalah yang bagus untuk diri kita sendiri agar kita bisa memperbaiki diri setiap kali.

Nah, sekarang kita kembali ke pertanyaan Farah, apakah yang harus dia tulis di Resolusi awal tahun? Eiiittts, tunggu dulu. Sebelumnya saya mau tanya dulu nih, ada nggak yang tahun lalu menuliskan resolusi awal tahun?
Coba angkat tangan? Tuh banyak kan? Ok, di antara semua yang menuliskan resolusi? adakah yang berhasil benar benar melaksanakan dan mencapai hasil yang diinginkan? Coba angkat tangan? Sedikit kan? Sedikit sekali. Jauh lebih banyak yang gagal!
Nah, makanya saya bilang gak usah nulis lagi resolusi awal tahun, toh banyak yang gagal juga. Mengapa gagal? Nah kita analisa nih ….

Biasanya orang akan menulis dua atau tiga hal, dalam resolusi awal tahun mereka. Which is good, you need to set your objective. Tetapi kemudian mereka pada saat implementasi mengalami masalah berikut ini:
– minggu pertama termotivasi
– minggu kedua motivasi mulai turun
– minggu ketiga lupakan saja
Dan buyarlah itu resolusi awal tahun. Benar kan?
Lalu apa yang harus dilakukan ?

Coba kita ikuti empat langkah di bawah ini …

a) Set the objectives

Pertama , bayangkan objective yang ingin anda capai.
Jangan banyak banyak, dua atau tiga objective saja.
Jangan lupa, objectives anda harus smart ya …
To make sure your goals are clear and reachable, each one should be:
* Specific (simple and significant).
* Measurable (meaningful and motivating).
* Achievable (agreed and attainable).
* Relevant (reasonable and realistic)
* Time bound (time-based and time limited).
Contohnya , anak saya yang pertama, Ilma, dia waktu di klas 3 SMA, punya cita-cita untuk mendapatkan nilai SAT tertinggi dan dia ingin mendapatkan 5 beasiswa di universitas di 5 negara, dalam waktu 12 bulan ke depan.
Objective itu jelas ada di otaknya dan menjadi obsesi dia untuk mengejar cita-citanya.

Anda bisa mencanangkan objective untuk karier anda, target penjualan anda, nilai sekolah anda , kebiasaan baik atau kesehatan anda.
Harus dimulai dengan SMART objective yang jelas.

b) Draw it and visualize it

Kemudian, JANGAN MENULIS OBJECTIVE anda. Gambarlah di kertas yang besar A3, atau di bikin photoshop.
Visualisasikan objective anda.
Anak saya mem-photoshop fotonya sendiri di tengah photo ukuran A3, Universitas di Amerika yang dia impikannya.
Dia visualisasikan dan dia bilang ke dirinya sendiri betapa luarbiasanya kalau dia bisa mendapatkan beasiswa ke sana!
Setiap hari dia melihat gambar itu dan memotivasi dirinya, menjadikan objective itu sebagai obsesinya.
Saya mengenal seorang wanita yang memphotoshop dirinya dengan gaun indah yang ukuran ya 12 kg di bawah ukurannya sekarang, di photoshop di sebuah Hotel mewah di Jakarta di mana dia akan datang ke pesta. Dia membayangkan betapa cantiknya dan anggunnya dia kalau berhasil menurunkan badannya sebanyak 12 kg.
Saya juga mengenal seorang anak muda yang bekerja di bank dan sudah memasang fotonya sebagai pemenang award the best Future Leader di sebuah majalah bisnis terkemuka.
Set Your Objective.
Visualize it.
Obsesse with it.

c) Motivate yourself
Kemudian, motivasilah diri anda dengan gambar atau photo di atas.
Imagine how great your life will be when you will achieve your objectives.
(Perhatikan saya tidak menggunakan kata IF you achieve your objectives. Saya menggunakan kata WHEN you achieve your objectives, karena saya yakin anda akan mampu mencapai objective anda , karena anda benar benar terobsesi dan akan memotivasi diri anda sendiri untuk itu).
Dan ingat, satu-satunya yang mampu memotivasi diri anda adalah diri anda sendiri, bukan orang lain!

d) Execute with discipline

Ok, objective nya sudah ditetapkan, anda sudah memvisualisasi dan memotivasi diri anda sendiri.
Sekarang tinggal eksekusi yang harus anda lakukan dengan penuh disiplin, tegar, tabah, persistence dan perserverance.
Yang membedakan orang sukses dengan yang lain itu bukannya yang sukses punya cita-cita tinggi dan yang lain tidak, bukan itu.
Yang membedakan adalah bahwa yang sukses selalu bekerja lebih keras dan lebih berdisiplin dalam mencapai cita-citanya.

Di sinilah anda harus siap dengan stamina yang panjang, endurance, agar anda tetap siap
mental dan fisik, untuk berdisiplin menjalankan usaha mencapai objective anda.

e) When your motivation drop, go back to step b, c and d.
Jangan lupa , anda juga manusia, sangat wajar kalau motivasi anda naik turun, dan kadang anda juga sedih atau bahkan putus asa. It is normal. Accept the fact that you are still a human being.
Istirahat sebentar, take a break, sometimes reward and pamper yourself.
Kemudian kembalilah ke step b, c dan d:
– Visualisasikan objective anda
– Motivasi diri anda
– Implementasikan dengan disiplin
Lakukan itu berulang-ulang sampai objective anda tercapai!

Seperti Ilma, anak saya , yang akhirnya mendapatkan lima scholarship di lima negara.
Seperti teman saya yang akhirnya menurunkan 12 kg berat badannya. Dan seperti anak muda yang akhirnya berhasil menjadi pemenang award The Future Leader di majalah bisnis terkenal itu. Mereka mampu mencapai objective mereka, saya yakin anda akan juga mampu mencapai objective anda!

Jadi ingat, jangan hanya menuliskan resolusi akhir tahun anda, tetapi gambarlah, visualisasikanlah dan jadikan obsesi anda.
Terakhir, wujudkan impian anda dengan lima langkah ini…
a) Set the objectives
b) Draw it and visulize it
c) Motivate yourself
d) Execute with discipline
e) When your motivation drop, go back to step b, c and d.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto


MENGAPA TARGET TIDAK TERCAPAI

Category : Pelatihan

Tahun 2018 hampir berakhir, saya buka lagi “Proposal Hidup” yang saya buat diawal tahun dan tentu melakukan evaluasi kinerja semua bisnis yang saya punya. Hasilnya sungguh mengejutkan, pencapaian target bisnis-bisnis saya secara umum tidak lebih dari 70 persen. Dan yang lebih parah, pencapaian target-target pribadi hanya sekitar 50 persen.

Mengapa saya beranggapan ini mengejutkan, karena saya merasa sudah menggunakan dan menerapkan ilmu bisnis terbaru yang saya pelajari. Saya juga merasa bekerja lebih keras dibandingkan tahun sebelumnya tetapi hasilnya justeru lebih buruk dan sangat tidak sesuai dengan harapan.

Secara profesional, saya dan tim melakukan evaluasi, banyak pelajaran dan hikmah yang saya petik untuk perbaikan tahun depan. Dunia berubah begitu cepat, sementara kami berubahnya relatif lambat. Terlalu sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan-pekerjaan teknis dan abai terhadap hal-hal yang lebih strategis. Secara profesional, kami sudah menetapkan langkah-langkah strategis untuk tahun 2019.

Saya pun melakukan perenungan secara spiritual, “mengapa saya sudah merasa bekerja lebih keras namun targetnya justeru jauh dari rencana, baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi?” Dalam perenungan itu, sampailah saya kepada sebuah hadist riwayat Ath Thabrani:

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang ada di pikirannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan empat penyakit dalam dirinya: kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yang tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan keinginan yang tidak tercapai”.

Hadist ini saya baca berulang-ulang, dan pada akhirnya saya merasa hadist ini ditujukan kepada saya. Ya, pekerjaan saya tidak tuntas tuntas, sibuk yang tidak ada ujungnya hingga kehilangan moment-moment penting seperti tidak bisa menghadiri undangan pernikahan, melayat saat ada yang meninggal, tidak bisa memenuhi undangan saudara dan tetangga.

Bukan hanya itu, saya juga mengalami kebingungan mencari akar masalah dari beberapa masalah yang saya hadapi. Dan semua itu akhirnya berujung kepada “keinginan yang tidak tercapai” atau dengan kata lain target pribadi dan target bisnis yang tidak sesuai harapan.

Astaghfirullah…astaghfirullah….astaghfirullah

Memikirkan dunia lebih dominan dibandingkan akherat, itulah pangkal mengapa target tidak tercapai, berbagai persoalan tidak tuntas, sibuk gak jelas, merasa selalu kurang. Rasulullah sudah mengingatkan melalui hadist yang diriwayatkan At-Tirmidzi:

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akherat, tujuannya akherat, niatnya akherat, cita-citanya akherat maka dia mendapatkan tiga perkara: Pertama, Allah menjadikan kecukupan di hatinya. Kedua, Allah mengumpulkan urusannya. Dan ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu dikejar)….”.

Jleb…jleb…jleb…

Perenungan spiritual itu menampar saya dan sekaligus menyadarkan saya. Semoga juga memberi inspirasi bagi Anda.

Untuk itu, mari susun rencana pribadi, rencana bisnis dan rencana kerja pada tahun 2019 dengan melibatkan Allah dalam semua prosesnya. Akherat jauh lebih penting, akherat jauh lebih prioritas, akherat adalah tujuan utama, namun tetap melakukan yang terbaik urusan dunia kita. Urusan dunia kita menjadi bekal untuk pulang ke kampung akherat. Mau banget khan?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini


“NEO NLP PRACTITIONER CERTIFICATION JAKARTA”

Category : Artikel

💥SPECTACULAR EVENT YEAR END 2018 💥

✳️ Program ini dirancang bagi Anda yang ingin memahami NLP secara cepat tidak meninggalkan aspek-aspek penting dalam pembelajaran NLP.

⭕️ Secara garis besar Anda akan belajar dan menguasai :

✔️ Cara untuk mengakses dan membangun Sumber daya Pribadi Unggul untuk selalu berada dalam performa puncak

✔️ Bagaimana bisa lebih percaya diri, lebih berani, dan tidak mudah menyerah dalam pekerjaan, bisnis, dan kehidupan

✔️ Berbagai cara untuk meningkatkan fleksibilitas pesan, Kemampuan Membangun Relasi dan Keakraban, membaca bahasa tubuh orang lain

✔️ Berbagai teknik komunikasi yang akan membantu Anda dalam memenangkan Negosiasi

✔️ Membaca tombol motivasi orang dan pergerakan bola mata lawan bicara

✔️ Mendapatkan apa yang Anda inginkan dari Orang Lain

✔️ Berbagai teknik yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari rasa takut, emosi negatif, menginstall kebiasaan baru, menghilangkan phobia.

✔️ Teknik memaknai ala Lesly Cameron (pakar terapi dunia) sehingga anda bisa tetap tersenyum dalam kesulitan apapun

🌐 Sabtu – Minggu, 22– 23 Desember 2018

🕘 Jam 09.00 – 17.00 Wib

🏢 Maple Hotel GrogolJl. Daan Mogot Dalam Kali Sekretaris No.55, RT.5/RW.1, Tj. Duren Utara, Grogol petamburan, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

🏷 Biaya Pelatihan Normal (Pada hari H) : Rp. 3.500.000

🔖 Harga Spesial : Rp.1,500,000,- (Bagi 5 Pendaftar Pertama)

🏧 Anda dapat melakukan DP terlebih dahulu dan pelunasan dapat dilakukan pada hari H sebelum pelatihan dimulai. DP / Pembayaran Lunas di Transfer ke Rek BCA 854 504 889 a/n Rudy Sugiono Lukieto

🏧 Pelunasan biaya Pelatihan dapat memakai Credit Card (Visa / Master), Pelunasan dengan Credit Card tidak dikenakan biaya tambahan.

📜 Fasilitas Pelatihan :

🔹Sertifikat NNLP Practitioner dari Neo NLP Society

🔹Modul Pelatihan dalam Bahasa Indonesia

🔹Makan dan Coffee Break selama pelatihan

🔹Pendampingan setelah pelatihan selesai

INFO DETAIL:

http://bit.ly/NNLPJKT

http://bit.ly/NNLPJKT

http://bit.ly/NNLPJKT


THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY – THE TESLA WAY

Category : Artikel

Akhirnya sampai sudah diujung trilogi tulisan ini. Sebenarnya banyak sekali bahan kalo buat ngebahas Si Elon Musk aka Iron Man dengan bisnis-bisnisnya. Banyak yang bisa diulas dari manusia jenius ini. Tapi kita fokus dan tuntaskan bahasan kita kali ini

Eh ini sub judul “THE BEST MARKETING STRATEGY IS NO MARKETING STRATEGY” beneran loh. Saya tidak salah ketik. Strategi Marketing terbaik yang pernah ada di muka bumi adalah KETIKA KITA TIDAK MENGGUNAKAN MARKETING STRATEGI SAMA SEKALI.

Okay, mari kita bahas dalam perspektif brandingnya Kevin Lane Keller, The World Branding Guru. Dalam Brand Positioning Model-nya Keller, kita akan menemukan 2 elemen yang harus kita definisikan dari sebuah brand agar bisa melakukan positioning secara optimal, yakni Point of Parity (POP) dan Point of Difference (POD).

POP adalah seberapa kuat sebuah brand diasosiasikan dengan brand yang sudah ada dipasar. Misal POP dari brand mobil adalah aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus. Semakin tinggi nilai POP dari sebuah brand maka akan semakin mudah bagi pasar mengkorelasikan dengan produk yang sudah ada.

Benefitnya, Anda tidak perlu effort besar untuk mengedukasi pasar. Jika Anda hanya memiliki POP aja tanpa pembeda (POP) artinya produk Anda 100% sama persis dengan produk dipasar, ini adalah pure RED OCEAN. Ceruk pasar dimana sudah sekali membedakan produk satu dengan yang lain selain nama dan harga.

Sedangkan POD adalah faktor-faktor yang menyebabkan brand Anda di kenal oleh pasar karena sebuah keunikan yang akhirnya menjadi ciri khas tersendiri dari brand Anda. Semakin tinggi nilai POD dari Brand Anda, maka produk Anda akan semakin unik dan nyeleneh.
Misal POD untuk produk mobil yang unik adalah mobil terbang. Ini akan stand out dan membuat mobil Anda kelihatan sangat beda.

Nilai sangat tinggi untuk POD akan membawa produk Anda ke ranah BLUE OCEAN atau ceruk tanpa pesaing, karena Anda akan semakin terlihat sangat berbeda dari pasar. Tapiii.. ada tapinya.

Jika nilai pembeda (POD) terlalu tinggi namun asosiasi dengan produk yang ada di pasar atau paritas (POP) sangat rendah atau bahkan nol, maka brand Anda akan jadi unik, tapi efek negatifnya market akan takut mencoba produk Anda. Karena tidak ada pembandingnya dipasar. Secara psikologis market akan enggan mencoba hal yang benar-benar terlalu aneh, eksentrik. Ketika Anda mendefine mobil Anda bisa terbang ini terlalu ekstrim.

Karena dimarket belum ada bandingannya. Orang takut mencoba karena ragu dengan keamanannya. Ehh.. jangan-jangan nanti pas kita pake, mesin error jatuh kita. Bukannya orang muji Masya Allaah.. tapi malah Inna lillahii jadinya.. Iiihh.. Efek samping terlalu nyeleneh juga akan menguras effort Anda untuk terus-menerus melakukan edukasi ‘point pembeda’ Brand Anda ke market. Gampangnya dibutuhkan effort ‘marketing communication’ yang luar biasa. Dan tentu saja akan menguras tenaga dan biaya.

Seni dari Brand Positioning Model memang bagaimana mengatur porsi yang tepat antara POP dan POD. Jangan sampai terlalu besar POP tapi minim POD, jadi produk sama plek dengan yang ada dipasar dan market kesulitan membedakan. Atau POD terlalu tinggi namun POP rendah sehingga produk Anda terlihat sangat aneh.

Apa yang dilakukan oleh Musk dengan kejeniusannya adalah ia amat sangat fokus pada POP sampai-sampai POP itupun berubah menjadi PODnya Brand Tesla. Bingung ya.. he he.. tarik napasss panjang.. buaang pelan-pelan.. eiitss lewat mulut yahh..jangan lewat jalur bawah..heboh nanti sebelah-sebelah Anda..menimbulkan fitnah saja.. aroma tanpa jejak.

Begini.. Dalam banyak sesi wawancara, Musk selalu mengulang-ngulang resep suksesnya Tesla menguasai pasar mobil elektrik. Ia berpesan yang intinya.. “Don’t be slightly better.. but much much much better than your competitor”

Maksudnya adalah jika kita hanya beda ‘sedikit’ lebih baik saja dari kompetitor, market tidak akan mampu untuk membedakan.
Namun jika kita mampu menjadi jauuuuuuuuuh lebih baik baik dari kompetitor, maka market akan mudah sekali mengenali produk Anda dan tak pernah berhenti memuji kebaikan produk Anda.

Apa yang dimainkan oleh Tesla bukan pada hal-hal yang nyeleneh dan aneh-aneh. Ia tidak bikin mobil yang bisa terbang.. tidak sekarang mungkin, mobil yang bisa meloncat.. atau mobil yang bisa berubah jadi robot kaya di transformer terus bisa gendong supirnya menerobos kemacetan.

Apa yang dilakukan Tesla adalah melakukan perbaikan luar biasa pada fitur-fitur dasar sebuah mobil, namun jauuuuuh lebih baik dari kompetitor. Dia bukan main di ranah POD, tapi ia mampu melakukan hal-hal revolusioner diranah POP sampai seolah-olah itu menjadi pembedanya dia.

Jika fitur dasar atau POP sebuah mobil adalah “aman, nyaman, cepat, efisien, model bagus” maka Tesla melakukan revolusi sehingga menjadi “teramat sangat aman, teramat sangat nyaman, teramat sangat cepat, teramat sangat fisien, model teramat sangat bagusnya”

The Model S saking amannya diberikan skor 5.4 dari skala 5 maksimal untuk safety rating oleh National Highway Safety Administration.
Tesla memenangi buanyaaak sekali penghargaan mobil teraman, ternyaman, terefisien, terindah dan elegan yang biasanya didominasi oleh mobil-mobil berbahan bakar bensin.

Tesla mampu merevolusi dan merombak dunia permobilan listrik, dari yang semula melekat image kalo mobil listrik itu mobil kelas bawah, lambat model mobil dilapangan golf, ribet dan lama ngechargenya, bentuk jelek dan terkesan apa adanya, langsung seketika menjadi mobil yang cepat dan gesit, sangat efisien dan ramah lingkungan dan yang terpenting bentuknya menjadi amat sangat indah, lux, berkelas dan mewah.

Dengan ‘hanya’ merombak fitur-fitur standar sebuah mobil sampai menjadi sebuah keunggulan yang sangat outstanding sehingga mampu mengungguli mobil-mobil lain dikelasnya membuatnya terlihat sangat mencolok dibanding brand-brand mobil yang lain. Bahkan terhadap mobil berbahan bakar bensin sekalipun.

Karena saking jauhnya kualitas TESLA mengungguli produk-produk pesaing-pesaing dikelasnya, sampai akhirnya produk-produknya bisa mengkomunikasikan value nya sendiri.

Elon Musk menyebutkan kalo ia menggunakan ZERO BUDGET untuk marketing. Ia terang-terangan mengatakan kalau ia tidak butuh marketing. Itulah kenapa Tesla tidak punya Chief Marketing Officer (CMO) atau Direktur Marketing, ia juga tidak punya tim Advertising atau periklanan.

Dipertegas oleh AdAge, media yang menyoroti belanja iklan Brand-brand diseluruh dunia dalam salah satu ulasannya “Tesla Motors has no advertising, no ad agency, no CMO, no dealer network. And that’s no problem.” – AdvertisingAge

Bandingkan dengan raksasa otomotif lainnya seperti GM, Mercedes ataupun BMW yang masih membutuhkan dana marketing trilyunan setiap tahunnya untuk memasarkan produk-produknya.

Jika saja Elon Musk diberikan uang 100 juta dollar untuk biaya marketing, maka ia tidak akan pernah menghabiskan uang itu sedolarpun untuk belanja iklan.

Tetapi yang ia lakukan adalah menghabiskan semuanya di Research and Development untuk menjadikan produknya lebih baik.. baik dan makin baik lagi sehinga jauh mengungguli kompetitor-kompetitornya. “Marketing Department” nya Tesla adalah Engineering dan RnD department yang bertugas membuat produk-produk yang jauh mengungguli pesaingnya. Refine..refine and refine.

Terus bagaimana caranya bikin produk-produknya laku terjual, bahkan pabriknya sampai kuwalahan karena kapasitas nya yang jauh dibawah jumlah pesanan yang ia tangani.

TIGA PILAR MESIN PROMOSI TESLA
Mesin promosi Tesla secara garis besar ada di 3 pilar.

PESONA SANG ELON MUSK AKA ‘IRON MAN’
Yang pertama dan paling utama adalah tentu saja dari pesona sang CEO, Elon Musk. Meskipun Tesla gak pernah ngiklan, tapi semua media kepincut untuk mewawancarai sang CEO. Tentang mimpi-mimpinya, tentang proyek-proyek prestisiusnya seperti SpaceX, Solar City dan Giga factorynya, dan tentu saja ujung-ujungnya nyerempet ke Tesla. Jadi kalo kita search di internet kita akan menemukan video interview Elon Musk berceceran dimana-mana. Kalo ditotal-total, semua viewnya bisa sampe ratusan juta view. Itu baru video. Belum lagi artikel-artikel bertemakan biografi maupun wawancara seputar aktivitas Elon Musk. Akan menghasilkan miliaran exposure. Itu kalo pake advertorial atau iklan berbayar sudah habis berapa trilyun ituuh.
Sekedar diketahui, Elon Musk adalah tokoh yang menginspirasi Jon Favreau, sutradara Iron man, menghidupkan karakter Tony Stark. Kalo temen-temen teliti, Musk sendiri pernah menjadi cameo di Iron Man 2 loh.

Elon Musk ini juga terkenal sebagai orang yang sanga dermawan dan baik hati. Kalau saja ia mau serakah, ia akan mengkomersilkan paten-patennya tentang mobil listrik dan menjualnya ke pabrikan-pabrikan besar. Namun ia lebih memilih menggratiskan paten-patennya tentang mobil listrik dan mempersilahkan siapa saja yang ingin mengembangkannya. Ini adalah sebuah kontribusi yang luar biasa buat pengetahuan. Image Elon Musk sebagai orang yang dermawan dan murah hati sangat berperan mengangkat image Musk dan produk-produknya. Selalu ingat prinsip reciprocity. Market juga bisa tergerak secara emosional dengan cara membeli produk kita.

PRODUK YANG MAMPU MENCIPTAKAN ‘DIE HARD FANS’
Kedua adalah kekuatan produk-produk Tesla itu sendiri.
Meskipun tidak pernah ngiklan berbayar, karena terlampau seringnya memenangkan penghargaan, produk-produk Tesla banyak diulas oleh media-media global Internasional. Setiap ada rumor atau isu akan datangnya produk baru, media-media besar macam FastCo, Entreprenuer, TIMES, Forbes, TheGuardian, TechCrunch, dan buanyak lagi lainnya pasti sudah cepet-cepetan mereviewnya. Fitur-fitur apa yang menjadi andalan keluaran seri Tesla kedepannya diulas tuntas tanpa perlu seperpun Tesla membayarnya.

Saking bagusnya produk-produk Tesla sampai ia menciptakan fans-fans yang sangat menggilai produk-produk Tesla. Ada lebih dari 55,000 orang yang keranjingan di grup yang isinya orang yang cinta mati dengan hal-hal berbau Tesla. Mereka tak habis-habisnya bahan berdiskusi dan saling sharing pengalaman menggunakan Tesla. Mereka juga rajin bergosip tentang fitur-fitur keren apa yang akan diusung Tesla di rilisan produk terbaru berikunya. Mereka adalah para advocates produk-produk Tesla yang tanpa dibayarpun rela mati-matian mempromosikan produk Tesla.

Selain itu, para fans yang ter-WOWkan dengan produk Tesla, banyak mengupload postingan-postingan menggunakan produk Tesla di social media mereka. Banyak fans Tesla yang memposting foto dan video dengan ekspresi-ekspresi lucu mengendarai mobil-mobil Tesla. Terutama dari mereka yang menggunakan fitur autonomos atau self driving car. Jadi mobilnya nyetir sendiri, penumpangnya asyik rekam video dan langsung siaran dari dalam mobil. Ini bukan hanya menjadi sebuah ‘testimoni’ tak langsung, namun juga demonstrasi begitu amannya fitur-fitur yang ditawarkan oleh Tesla.

JUAL LAH MIMPI DAN POTONGAN MASA DEPAN
Terciptanya ‘Open Loop’, cerita yang memang sengaja belum dituntas kan membuat Elon Musk terus diburu oleh para jurnalis dan penggila teknologi. Musk adalah sosok teknokrat yang flamboyan. Meskipun ia seringkali gagap saat wawancara dan tidak sepiawai Steve Job dalam melakukan presentasi, namun cerita-cerita cuilan masa depan (slice of the future) yang ia tawarkan selalu menarik untuk dinantikan penggemar-penggemarnya.

Dari pesona proyek-proyek prestisius SpaceX, cargo pengiriman luar angkasa sampai Hyperloop, teknologi transportasi masa depan yang meskipun didarat mampu melesat melebihi pesawat adalah impian-impian Musk yang saat ini juga menjadi impian semua orang didunia.

Cerita penelitian proyek-proyeknya terus dinantikan. Langsung atau tidak langsung, hal ini juga terus mengangkat image Musk dan Teslanya.

SUMMARY AND TAKE-AWAY
Ada banyak cara menciptakan sebuah BRAND yang mampu mengkomunikasikan produknya sendiri. Istilahnya saking bagusnya si CONTENT hingga mampu membangun CONTEXT nya sendiri.

Pertama adalah membuat produk yang bukan sedikit lebih baik, tapi jaauuh lebih baik dari kompetitor. Pasar terlalu lelah untuk mengenali yang biasa-biasa saja. Jika Anda ingin cepat dikenali buatlah yang jauh mengungguli dari rata-rata yang ada dipasar, meskipun fitur yang sama. Dalam konteks neuroscience, hal diatas rata-rata akan efektif menarik perhatian si Amygdala.

Bermain di level POP akan banyak memberi keuntungan pada brand Anda karena dari sisi Neuroscience tidak banyak dibutuhkan effort untuk membangun koneksi antar sel-sel otak yang bener-bener baru. Hanya meneruskan koneksi-koneksi dendrit yang sudah ada diotak. Koneksi yang benar-benar baru akan menimbulkan kecemasan (hormon adrenaline dan kortisol) dan membuat otak audiens cenderung takut dan menghindari spekulasi.

Sedangkan ‘hanya’ menumbuhkan dendrite dari koneksi antar sel otak yang sudah ada akan memberikan efek dopamine, atau efek senang dan bahagia.

Temukan sebuah ‘OPEN LOOP’ atau hal yang bikin penasaran customers tentang produk atau brand Anda. Open loop atau cerita yang belum tuntas inilah yang bikin mereka penasaran dan mau kepoin Anda terus.

Karakter dari si Business Owner memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap produk-produk yang mereka jual. Selalu ramahlah pada orang-orang yang mengajak interaksi Anda. Sering-seringlah berbagi ilmu dan hal apapun yang menyenangkan yang bikin customers Anda selalu tersenyum. Bisa jadi ini adalah sebuah emosional attachment yang kuat yang menjadikan alasan customers Anda membeli dari Anda

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam Nginbound
Saiful Islam


ORANG DEWASA BELAJAR DARI MASALAH

Category : Pelatihan

Pemahaman ini sangat penting, namun jarang diingat oleh rekan-rekan yang bergerak dalam Training.

Bagi sebagian besar Praktisi Training & Learning, peserta akan belajar efektif dari materi yang mereka terima. Kenyataannya, kebanyakan orang dewasa dalam organisasi, belajar bukan untuk menambah ilmu, melainkan untuk menyelesaikan masalah kinerjanya.

Saat Training hanya berfokus pada mengajarkan ilmu di dalam kelas, peserta membutuhkan upaya lebih lagi untuk memikirkan, “Bagaimana saya mengimplementasikannya di tempat kerja?”. Sebelum ketemu jawabannya, mereka keburu ketemu rutinitas kerja harian sehingga kembali ke rutinitas lama.

Kadang Training banyak menyajikan latihan. Sangat bagus jika latihannya semirip mungkin dengan kondisi asli di tempat kerja. Namun itu tentu tak selalu bisa dilakukan karena beberapa keterbatasan. Jika latihannya tidak sama dengan kondisi asli, hasilnya sama seperti sebelumnya, butuh waktu berpikir bagaimana mengimplementasikannya.

Proses belajar terbaik bagi orang dewasa adalah, menghadapi masalah dan menyelesaikannya secara langsung. Belajar sambil bekerja, bekerja sembari belajar. Peserta difasilitasi Learning Coach atau Leadernya untuk dihadapkan pada masalah yang belum terpecahkan, dan diberi wewenang menyelesaikannya sembari didampingi dalam setiap langkahnya. Pendekatan ini dikenal dengan ACTION LEARNING.

Dengan menerapkan ACTION LEARNING, Formal Training kalaupun dibutuhkan, porsinya menjadi lebih sedikit. Memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar untuk persiapan peserta menghadapi masalah yang ada.

Di dalam ACTION LEARNING, proses belajar paling banyak terjadi melalui pendampingan dalam menyelesaikan masalah, dimana selain menghadirkan solusi kongkret, dipandu juga oleh Learning Coach atau Leader untuk merefleksikan learning point-nya.

————-
Ditulis oleh:
SURYA KRESNANDA
Profesional Learning Designer
Author of “Why Training Fails? And What To Do About It”


What Creative Leaders Do?

Category : Artikel

(Apakah yang dilakukan leader-leader yang creative?)

Kadang-kadang saya sengaja mengundang beberapa anak muda (kurang dari 30 tahun) untuk berdiskusi dan makan malam dari mereka.
Kadang-kadang mereka ingin menanyakan sesuatu kepada mereka, tetapi seringkali saya juga belajar banyak dari mereka.
Often, they have a lot of brilliant ideas we can learn from …

Malam itu saya mengundang dua anak muda di Setia Budi One, yang kebetulan dekat dengan kantor saya.
Sebut saja namanya Adi dan Win, dua-duanya bekerja sebagai Marketing Manager (di perusahaan yang berbeda) ….

Sambil melahap soto betawi dan gado-gado kesukaan saya, mereka pun memulai pembicaraan.

“Pak Pam, kami sering bekerja dengan leader-leader di perusahaan kami. Ternyata ada dua macam leader pak.
Ada result based leaders. Mereka ini business performance nya bagus banget pak. Tapi orangnya boring banget pak. Ngomongnya kerjaan melulu.
Pusing deh. Apa lagi kalau kerja dengan Millenial seperti kami. Gak nyambung banget deh pak.
Kemudian ada golongan kedua. Business leader yang fun banget, enak diajak ngobrol, sangat perhatian kepada anak buahnya, bahkan suka nraktir.
Tapi business performance nya hancur. Jadi biasanya baru setahun lebih dikit juga sudah diganti.

Apakah harus begitu sih pak?
Apakah memang untuk menjadi great business leader itu memang orangnya harus boring?
Apakah untuk menjadi good people leader itu memang akan membuat susah perform?
Apakah ada leader yang performance bisnisnya bagus dan juga perhatian sama anak buahnya?”

Anak anak muda itu menanyakan sesuatu yang sangat menarik.
Dan pertama kali mari kita jawab dulu… jawabannya… ADA!
Dan tentu saja da leader yang performance bisnis nya bagus dan mampu memotivasi serta men-develop team membernya.
I have met many of them.
And I am lucky to work for some of them.
I call them creative leaders.

The next question is what do they do differently?
Remember they are not doing different things.
They still work hard to achieve their challenging objectives.
They still make sure they develop and motivate people.
The just do (the same) things differently.

Let’s see what they do .

1. They Change the language

Those creative leaders communicate differently.
Using different methods of communication (email, one to one, post it note, fun meeting, fun team activity, poster on the wall …)
They also use different words , different sentences that make you want to listen to them.
They are fun to listen, they are clear and easy to understand, so the followers have no trouble to follow them.
They dont use complicated words to show off how smart they are, or to test the intellectual skills of their people.
Mereka hanya berbicara dan berkomunikasi dengan jujur dan tulus dari hati ke hati.

2. They Have a lot of ideas

Leader leader yang kreatif itu asyik banget… kita akan enjoy dan have fun kalo kerja sama mereka. Mereka ini punya banyak ide dan suka mencoba coba teknik baru untuk memecahkan masalah.
Idenya gak ada habis habisnya, aneh-aneh, seringkali ditertawakan orang pada awalnya, tetapi kemudian seringkali terasa benar pada akhirnya.

3. Surprise with the obvious

Banyak ide yang pada awalnya terasa obvious. dan kita gak memikirkan , tetapi mereka sempat sempatnya memikirkan idea itu , dan pada akhirnya terasa banget manfaatnya buat bisnis.
Why? Because they take time to think and look at different perspective before they start a task.

4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Since they like to try new things (and they encourage his team to do the same), mereka suka mencoba coba, kadang kadang berhasil, kadang kadang gagal.
Tetapi kalau mereka gagal, mereka akan belajar dari situ, memperbaiki situasi dan segera move on dari kegagalan tersebut.

Remember, they are not just good leaders, they are creative leaders!

Sudah, sekarang gak usah berandai-andai dan bilang,”Seandainya saja saya punya leader seperti itu”
Lebih baik memulai dari diri sendiri dan mencoba menjadi leader yang lebih baik dan lebih creative ….
Remember this is what they do differently …

1. Change the language
2. Have a lot of ideas
3. Surprise with the obvious
4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Let’s apply those in our daily work.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto



MERAWAT LUKA

Category : Artikel

Ditulis oleh :

*Hermawan Gatot Suhendro*

Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *”luka”*, akan terlihat dari hobbynya yang *senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..

Mengenali luka-luka yang masih *”menganga”* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *”penyembuh”* luka yang paling efektif..

Welas Asih itu bisa berupa,

-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..

– Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..

– Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..

– Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..

– *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..

– *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..

– *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..

Sebab,
Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..

Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *”luka”*..

Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..

Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..

Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika “luka” hatinya *sudah tersembuhkan*..

Pertanyaannya,

“Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?”

*Let’s Transform!*

🙏
HGS


Mudahkanlah Mengambil Keputusan

Category : Artikel

Ditulis oleh : Ippho Santosa

Banyak orang yang menunda-nunda untuk memulai bisnis. Mereka menjawab, “Besok-besok. Nanti-nanti.” Sementara waktu terus berjalan, tak terhenti. Padahal, begitu dia memulai, sukses finansial tengah menanti.

Satu lagi. Biaya hidup dan tanggungan hidup terus meningkat. Anak pun masuk SD dan SMP. Asal tahu saja, biaya pendidikan di Indonesia naik 2 kali lipat setiap 5 tahun. Inflasi? Tak bisa ditahan. Biaya umrah? Sama, naik terus. Jelas, menunda-nunda memulai bisnis bukanlah solusi.

Ya, bukanlah solusi. Sebenarnya, tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus pengalaman. Tidak harus sarjana. Tidak harus terkenal. Tidak harus kaya. Tidak harus ini-itu.

Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu. Jangan salah, memilih dan membuat keputusan itu perlu keberanian. Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Dan inilah saran saya kepada entrepreneur serta calon entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan ‘jatah gagal’. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Kalau sudah berumur? Nggak masalah juga. Asalkan Anda punya semangat, keberanian, dan kecepatan.

Ingat. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar dan bisa menghasilkan uang. TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS produksi sendiri, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Anda cukup menguasai WA Marketing, FB, dan IG. Itu saja. Tapi sungguh-sungguh ditekuni. Maka hasilnya akan lumayan, bahkan sangat lumayan. Insya Allah. Apapun produknya apapun industrinya. Pada akhirnya, selagi muda berbisnislah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.